Syeh Abdul Qadir Jailani Mengais Sisa-sisa Makanan Karena Lapar
"Syaikh Abdul Qadir Jailani Mengais Sisa-sisa Makanan Karena Lapar"

KALIMAH-KALIMAH MUTIARA SUFI SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Diposting pada

Daftar Isi

KALIMAH-KALIMAH MUTIARA SUFI
SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Syekh Abdul Qadir Al Jailani mengatakan:
“ Wahai Saudaraku! Jika bicara, bicaralah dengan niat yang baik. Jika diam, diamlah dengan niat yang baik. Setiap orang yang tidak berniat dalam beramal, maka tiada berguna baginya amal yang ia kerjakannya itu, amalnya sia-sia. Baik engkau bicara atau diam, kau tetap berdosa sebab engkau tidak membenarkan niatmu, diam dan bicara yang tidak mengikut sunnah.”

“Di antara ciri orang yang arif billah Azza Wa Jalla adalah ia selalu sabar menerima berbagai malapetaka dan rela terhadap semua qadha dan ketentuan-ketentuan takdir-Nya dalam segala ehwalnya, baik berkenaan dengan pribadinya, ahlinya dan semua makhluk sesamanya.”

“Wahai anakku! Apabila kamu tidak memiliki Islam maka kamu tidak memiliki iman. Dan bila kamu tidak memiliki iman maka kamu tidak memiliki keyakinan. Apabila kamu tidak memiliki keyakinan maka kamu tidak mempunyai Makrifat dan pengetahuan-Nya. Ini adalah bertingkat-tingkat. Apabila Islam telah benar bagimu, maka penyerahan itu telah benar bagimu. Jadilah kamu orang yang berserah diri kepada Allah dalam seluruh keadaanmu disertai dengan memelihara batas batas syarak dan menepati syarak itu. Serahkan kepadanya akan hak jiwamu dan selain mu. Perbaikilah kesopanan terhadapnya dan makhluk-Nya. Janganlah kamu berbuat aniaya terhadap dirimu dan orang lain karena perbuatan aniaya itu kegelapan di dunia dan di akhirat.”

“Tukarkanlah pakaian ‘syahwat’, sombong, ujub, nifak, suka dipuji makhluk, senang disanjung dan senang kepada pemberian segala daya dan kekuatan serta semangat untuk menukarkannya. Letakkanlah dirimu di hadapan Allah Azza Wa Jalla dengan tiada daya, kekuatan dan tidak bersama apa-apa, juga dengan tanpa syirik dengan makhluk. Jika semuanya itu sudah kamu penuhi, tentu kamu akan temui ‘kasih sayang’ Allah Azza Wa Jalla selalu melimpah kepadamu”.

BACA JUGA:  Syekh Abdul Qadir Jaelani dan saudagar

“Malulah kamu kepada Allah Lihatlah dengan mata hatimu. Rendahkan dirimu dihadapannya. Letakkan dirimu di bawah lintasan kekuasaannya, Bimbinglah jiwamu untuk sentiasa mensyukuri nikmat-nikmatnya. Raihlah sinar keterangan dengan mengharungi segala cobaan dan rintangan. Jika semuanya telah benar-benar ada pada dirimu, maka karomah, keluhuran dan syurga Allah akan kamu dapati, baik di dunia maupun di akhirat.”

“Suatu kaum itu disibukkan untuk memberi kepada makhluk. Mereka mengambil dan memberi. Mengambil dari karunia dan rahmat Allah dan memberikan kepada fakir dan miskin yang ditimpa kesempitan. Mereka tunaikan hutang orang yang berhutang yang tiada kuasa untuk melunaskannya. Mereka adalah raja-raja, bukan raja-raja dunia karena raja-raja dunia itu mengambil dan tidak memberi, sedangkan kaum itu mengutamakan orang lain dan menunggu nunggu orang yang tidak hadir. Mereka mengambil dari tangan Allah bukan tangan makhluk. Usaha anggota badan mereka untuk makhluk, sedangkan usaha hati mereka untuk mereka sendiri. Mereka berinfak (memberikan harta) itu karena Allah bukan karena hawa nafsu, bukan karena pujian dan sanjungan. Tinggalkan kaum yang sombong terhadap Allah dan terhadap makhluk, karena sombong itu termasuk sifat orang orang pemaksa yang mana mereka dibenamkan kedalam neraka jahanam. Apabila kamu marah kepada Allah maka kamu sombong kepadanya”