Junaid al Baghdadi Diuji Dengan Seorang Wanita Cantik

Diposting pada

Junaid al Baghdadi yang paling mendalam  pemahamannya. Nama lengkap beliau adalah Abu al-Qasim al Junaid al Baghdadi. Junaid al Baghdadi digelari Syeikh al-Thaifah ( guru kelompok sufi). Keluarga al Junaid berasal dari Nehwand beliau lahir dan dewasa di Irak beliau berguru pada pamannya, al-Sirri al-Saqathi serta pada al-Harits ibn ‘Asad al-Muhasabi (meninggal tahun 297 H).

Junaid al Baghdadi,Saqati,Abu Ubaidah,karomah Umar bin Khattab,Karomah Abu Bakar

Pendapat al Junaid yang diriwayatkan oleh al-Qusyairi:  ” Suatu ketika al Junaid ditanya tentang tauhid. Maka jawab al Junaid : Pribadi-pribadi yang bersatu yang merealisasikan kebersatuan-Nya dengan kesempurnaan kebersendiriannya, berkeyakinan bahwa Dia (Allah ) Yang Maha Esa, Dia tiada beranak dan tidak diperanakkan, dan Dia menegaskan segala yang terbilang banyak, berhitungan, bisa disamai, segala sesuatu yang disembah selainNya, yang tidak diserupakan, diuraikan, digambarkan, dan dibuatkan contoh-Nya. Dia tanpa padanan, dan Dia Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat”

Dalam kitab al-Luma’ karya al-Thusi, menuturkan: “Suatu ketika al Junaid ditanya tentang tauhid kelompok khusus. Jawab Junaid al Baghdadi : Hendaklah seseorang menjadi pribadi yang berada di tangan Allah dimana segala keberlakuan-Nya berlaku bagi dirinya. Dan ini tidak bisa tercapai kecuali dengan membuat drinya fana dari dirinya sendiri dan dari seruan mahluk kepadanya, dengan sirnanya perasaan dan gerakannya, akibat apa yang dia kehendaki Yang Maha Benar.

Junaid al Baghdadi adalah tokoh penting dalam ilmu tasawuf, beliau memadukan syariat dan hakikat , metode-metodenya diikuti oleh al-Ghazali dan al-Syadzili. sumber: Sufi dari zaman ke zaman ( Taftazani)

BACA JUGA:  al-Harits bin As’ad al-Muhasibi, Tahapan-Tahapan Ma’rifat

 

Junaid al Baghdadi Diuji Dengan Seorang Wanita Cantik

Setiap insan yang ingin mencapai keridhaan Allah selalunya menerima ujian dan cobaan. Imam Junaid menerima ujian daripada beberapa orang musuhnya setelah pengaruhnya meluas. Mereka telah membuat fitnah untuk menjatuhkan popularitas Imam Junaid.

Musuh-musuhnya telah bekerja keras menghasut khalifah di masa itu agar membenci Imam Junaid. Namun usaha mereka untuk menjatuhkan kemasyhuran Imam Junaid tidak berhasil.
Musuh-musuhnya berusaha berbuat sesuatu yang boleh memalukan Imam Junaid. Pada suatu hari, mereka menyuruh seorang wanita cantik untuk memikat Imam Junaid. Wanita itu pun mendekati Imam Junaid yang sedang tekun beribadat. Ia mengajak Imam Junaid agar melakukan perbuatan terkutuk.

Namun wanita cantik itu hanya dikecewakan oleh Imam Junaid yang sedikitpun tidak mengangkat kepalanya. Imam Junaid meminta pertolongan dari Allah agar terhindar daripada godaan wanita itu. Beliau tidak suka ibadahnya diganggu oleh siapapun. Beliau melepaskan satu hembusan nafasnya ke wajah wanita itu sambil membaca kalimah Lailahailallah. Dengan takdir Tuhan, wanita cantik itu rebah ke bumi dan mati.