JIN INI MENYEMBUNYIKAN PUTRI DARI MURIDNYA SYEH ABDUL QODIR

Diposting pada

Daftar Isi

Seorang lelaki Baghdad mempunyai gadis remaja yang hilang dengan tiba tiba, karena bingung maka dia datang ke Syeh Abdul Qodir untuk minta bantuan.

Alkisah di kota Baghdad, seorang lelaki menghadap kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Radhiyallahu ‘Anh dengan wajah yang menampakan kesusahan.

Dia ternyata memiliki suatu masalah yang pelik dan tidak bisa diatasi sendiri. Ia mengadu kepada Syaikh bahwa putrinya yang masih gadis disembunyikan oleh jin.

Bagaimana mencarinya? Lelaki itu benar benar tidak memiliki solusi dari kehilangan putri yang dikasihinya.

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani berkata, “Pergilah ke sebuah reruntuhan bangunan di daerah Kurkh, duduklah di dekat tiang. Kemudian buatlah garis melingkar di tanah yang mengelilingi tubuhmu.

Saat engkau membuat lingkaran itu ucapkanlah, “Bismillah ‘alan niyyati ‘Abdil Qadir” (Aku membuat lingkaran ini dengan menyebut asma Allah mengikuti niat ‘Abdul Qadir).

“Jika kemudian engkau melihat banyak bara api yang berjalan melintasimu, itu tandanya sekelompok jin sedang lewat. Tidak usah kau pedulikan mereka.

Tidak akan ada dari mereka yang akan mengganggumu. Nanti ada Jin yang paling besar, dialah yang akan menanyaimu. Jika ia bertanya kepadamu, maka ceritakanlah padanya tentang putrimu”

Lalu laki laki itu pun pergi ke tempat yang ditunjukkan Syaikh Abdul Qadir dan ia melakukan apa saja yang disarankan oleh beliau dengan tepat.

Benar saja, tidak berapa lama muncullah serombongan “bara yang menyala”, yang ternyata adalah rombongan jin dengan bermacam macam rupa.

Serombongan demi serombongan lewat, dan ia melihat jenis jenis mereka, tapi ia berusaha tidak terpengaruh pada pemandangan yang mengguncang jiwanya itu.

Hingga pada akhirnya, tibalah jin yang paling besar, rupanya dia adalah raja/ pimpinan dari seluruh rombongan jin itu.

Raja jin itu melintas dengan pengawalan jin jin di sekelilingnya. Seperti raja raja dalam dunia manusia.

Ketika melintas di depan laki-laki itu, Raja Jin itu berhenti di luar lingkaran seraya berkata, “Hai manusia, ada keperluan apa engkau.

BACA JUGA:  EMPAT TINGKATAN MANUSIA