Jangan Sampai Kirim Alfatihah Sia-sia, Ini Bedanya Arti Kata Ilaa Ruhi, Ilaa Arwahi dan Ilaa Hadroti

Diposting pada

Inilah perbedaan arti kata Ilaa ruhi, Ilaa arwahi dan Ilaa hadroti dan cara penggunaannya.

Begini cara mengirim Alfatihah yang benar dan tepat.

Disini dalam mengirimkan surat Alfatihah terdapat banyak redaksi.

Diantaranya Ilaa ruhi, Ilaa arwahi dan Ilaa hadroti.

Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana cara penggunaannya dan apa perbedaannya.

Sehingga nanti jangan sampai salah sebut agar tidak sia-sia ketika mengirim Alfatihah dan sampai kepada orang yang tercinta.

Berikut ini cara mengirimkan surat Alfatihah yang tepat dilansir melalui kanal YouTube Manfaat Doa.

Begini cara mengirim Alfatihah (tawassul) yang tepat dan benar.

Sering kali kita mendengar, ketika orang tawassul yakni mengucapkan kata Ilaa ruhi, Ilaa arwahi dan Ilaa hadroti.

Akan tetapi, tak sedikit pula yang tidak mengerti apad perbedaan dari ketiga kata tersebut.

Ilaa Ruhi

Kalimat Ilaa ruhi mempunyai arti sebutan kepada sebuah ruh (seseorang).

Kalimat ini bermakna tunggal atau ditujukan kepada satu orang.

Pada kalimat ini, penggunaannya bisa ditambahi kata khusushon.

Misalnya khusushon Ilaa ruhi abi wa ilaa ruhi ummi lahumal fatihah.

Ilaa Arwahi

Kata Ilaa arwahi adalah bentuk jamak dari kata ruh.

Penggunaannya dalam praktik bertawassul ialah sebagai pengantar jika yang kita kirim Al-Fatihah adalah beberapa orang atau lebih dari satu orang.

Artikel Pilihan:  SEBELUM TIDUR, HAPUS DOSA-DOSA KITA DENGAN KALIMAT INI

Misalnya tsumma ilaa arwahi jami’i ahlil kubur minal muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaati lahumul fatihah.

Jadi di sini perbedaannya dari kedua kata yakni ilaa ruhi dan ilaa arwahi ialah pada penggunaannya antara satu dan banyak orang kita sebutkan.

Kemudian kita juga mendengar kata tsumma.

Kata tsumma sendiri berarti “kemudian”.

Kata ini sebagai penghubung antara orang yang disebut pertama dengan orang berikutnya.

Ilaa Hadroti

Ilaa hadroti ialah sebutan yang digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang dinilai tinggi derajatnya di hadapan Allah Subhanahuwata’ala atau orang yang dicintainya.

Penggunaannya sebagai bentuk penghormatan atau memuliakan kepada orang yang disebutkan, yang di sini diketahui orang tersebut sudah tidak terbantahkan iman dan keilmuannya.

Misalnya para Nabi, keluarga dan sahabatnya, tab;in, auliya, serta para ulama.

Yang intinya kalimat Ilaa hadroti ini digunakan untuk orang yang kita muliakan.

Demikianlah cara mengirim Al-Fatihah yang tepat agar tidak keliru dalam penggunaannya. Semoga bermanfaat.