HUBABAH ZAINAB SEORANG WALI WANITA

Diposting pada

Daftar Isi

Hubabah Zainab adalah waliyah yang sangat di segani oleh para wali bahkan oleh suami beliau yaitu al-Faqih Muqoddam, ketika ditanya :

“Wahai Faqih begitu besar maqom yang kau miliki, kepada siapakah engkau akan mewariskan dan siapakah kholifahmu.”

Al-Faqih Muqoddam menjawab :
“Istriku Zainab Ummul Fuqoro’.“

Hubabah Zainab juga seorang waliyah yang sangat kasyaf.
Ketika hujan mulai mengguyur daerah Dammun ( salah satu desa di pinggiran Tarim ) semua orang berteriak dengan riang, “Dammun… Dammun…” yang artinya hujan malam ini akan lebat di desa Dammun jadi mereka bersiap siap mengatur ladang mereka agar aliran air masuk ke ladang mereka.

Maklum, di kota Tarim hujan sangat jarang.
Hujan hanya 2 kali setahun sedang mereka mengambil air sangat jauh dan sulit.

BACA JUGA:  Sunan Bayat, Sunan Pandanaran, Ki Ageng Pandanaran

Mendengar hal itu Syekh Abi Sho’ yang masih keluarga Hubabah Zainab bergegas keluar untuk menyiapkan jalan air menuju ladangnya.

Ketika Syekh Abi Sho’ keluar, Hubabah Zainab berkata :

Wahai Abi Sho’ kembalilah …
Malam ini hujan deras bukan di Dammun, tapi di desa Gaidun …

Ketika semua orang berteriak “Dammun dammun!” aku mendengar suara awan berkata “Gaidun Gaidun.”

Ternyata malam itu yang hujan deras adalah di desa Gaidun.

Padahal desa Gaidun bisa di tempuh dengan perjalanan 3 hari dari Tarim di masa itu.