Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Wali Thariqah

Beberapa Nasihat Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Jombang tentang Thariqah dan Kewalian.

Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari rahimahullah berkata :

“Pokok tanda kewalian adalah selalu istiqamah dalam menetapi adab-adab syari’at berdasarkan dalil-dalil yang shahih.”

“Thariqah mana saja yang tidak mengikuti Al Qur’an dan Hadits, adalah thariqah yang tidak boleh diikuti.”

“Tidak boleh mengikuti Guru yang bertentangan dengan syari’at Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam.”

“Mengutip keterangan dari kitab Futuhatul Ilahiyyat : yang wajib atas kita umat Islam adalah mengikuti guru yang tercegah atasnya kesalahan dan tidak mengikuti guru yang bisa terjadi salah atasnya apabila didalam mengikuti sang guru itu terdapat sesuatu yg musykil. Bahkan wajib membandingkan apa yang datang dari para Imam-Imam dengan Al Quran dan Hadits, apabila diterima oleh Al Quran dan Hadits maka kita terima, apabila tidak cocok maka kita tolak.”

Baca juga:  Seluruh Wali Di Muka Bumi ini Kenal Dengan Gus Dur

“Tidak ada wali yang memberitakan bahwa dirinya adalah seorang waliyullah.”

“Jadi jelaslah, bahwa orang-orang yang memberitakan dirinya adalah waliyullah, maka orang tersebut bukanlah wali yang sesungguhnya. Ia hanya ‘wali-walian’ yang terang salahnya. Sebab hal itu sama dengan menyatakan rahasia kekhususan dan membuat kedustaan atas Allah. Karena itu saudara-saudara, berhati-hatilah, jangan sampai tertipu.”

“Dalam memilih guru, hendaknya berusaha keras dalam mencari guru yang memiliki pemahaman ilmu-ilmu syariat yang mendalam serta diakui keahliannya oleh guru-guru lain di masanya, banyak melakukan kajian, dan waktu lama untuk belajar. Bukan orang yang mempelajari ilmu hanya dari buku dan tidak dikenal mendapat bimbingan guru-guru yag cerdik pandai.”

Baca juga:  MENCEGAH KEBUTAAN KOLBU

“Saudaraku se-Islam dan se-Iman, saya harapkan menjauhi orang yang mengaku sebagai guru thariqah atau jadi khalifah, juga mengaku wali, padahal orang tersebut adalah orang bodoh tidak menjaga syariat Islam. Jauhilah sebagaimana engkau menjauhi harimau.”

“Tanda orang baik lagi beruntung itu terdapat padanya 4 perkara : iman, amal sholeh, saling berpesan terhadap kebenaran, dan saling berpesan terhadap kesabaran dalam melaksanakan taat dan menjauhi maksiyat dan dalam menghadapi marabahaya dan bencana.”

“Hendaknya menuntut diri dengn sikap hidup wara’ dan berhati-hati dalam setiap tindakan. Berusaha betul memperoleh yang halal, menyangkut makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan semua keperluan yang dibutuhkannya, agar hati selalu cemerlang bercahaya, dapat menerima ilmu sempurna dengan cahaya dan manfaatnya.”

Baca juga:  Maqom Rasa

“Diantara orang Jawa terdapat orang yang menganut paham hulul dan ittihad. Mereka ini pelaku tasawuf yang bodoh.”

“Saya menjelaskan panjang lebar tentang kelompok ini (paham hulul dan wahdatul wujud) karena bahayanya terhadap kaum muslimin lebih besar daripada bahaya orang kafir dan ahli bid’ah, sebab kebanyakan masyarakat mengagungkan dan mendengarkan mereka meskipun mereka tidak mengerti uslub-uslub bahasa arab.”

“Wahai saudaraku se-Islam dan se-Iman, saya harapkan engkau mengikuti jalan para ulama yang beramal dengan ilmunya yang mengikuti perjalanan ulama Salafus Shalih.”

(selesai nukilan)

Referensi :

Dinukil dari buku berjudul “Hadhrotus Syaikh KHM. Hasyim Asy’arie tentang Thariqah & Kewalian”, terjemah dan editing oleh Burhan Abd. Lathief.

✍ Wahyu Indra W.

Tags: #KH Hasyim Asy Ari #KH. Hasyim Asy'ari

Leave a reply "Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Wali Thariqah"