Habib Luthfi Soal Jasad Utuh Meski Sudah Dikubur Selama bertahun-tahun

Diposting pada

*Penjelasan Maulana Habib Luthfi Soal Jasad Utuh Meski Sudah Dikubur Selama bertahun-tahun*

Fenomena jasad muslim tetap utuh meski dikubur bertahun-tahun tanpa membusuk, ada penjelasannya. Seperti pernah dialami Syekh Nawawi Al-Bantani, saat pemerintah Arab Saudi akan memindahkan kuburan beliau, ternyata jasadnya masih utuh.

Walau telah dikubur selama bertahun-tahun, jasad tetap utuh tanpa tergores ataupun membusuk di dalam tanah.

Alasan mengapa jasad bisa utuh walau telah dikubur selama bertahun-tahun disampaikan Maulana Habib Luthfi.

Maulana Habib Luthfi menjelaskan Sunnah Nabi Muhammad SAW tentang Keutamaan sholawat Kepada Nabi SAW.

Dijelaskan oleh beliau, banyak orang yang tidak dapat menghapal Alqur’an tetapi diketahui jasadnya tidak rusak walau telah dikubur selama bertahun-tahun.

“Tidak hafal Qur’an itu banyak, tetapi di dalam kubur (jasadnya) masih utuh. ternyata apa? orang itu min ahli sholawat ‘alan Nabi shalallahualaihi wa salam,” jelas Habib Luhfi

Hal tersebut dipaparkan Habib Luthfi sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yakni; ”Barang siapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali, dan barang siapa yang bersholawat kepadaku 10 kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 100 kali.”

Artikel Pilihan:  HABIB LUTHFI: CARA BERTEMU NABI SECARA LANGSUNG

“Nabi juga bersabda , ”Siapa membaca sholawat kepadaku sebanyak satu kali, Allah Ta’alla akan memberikan 10 (rahmat). Siapa membaca sholawat padaku sepuluh kali, Allah Ta’alla memberikan 100 (rahmat). Siapa membaca sholawat padaku 100 kali, Allah Ta’alla akan memberi rahmat 1.000. Siapa membaca sholawat padaku 1.000 kali, haram jasadnya masuk Neraka,” ungkap Habib Luthfi.

“Nah alam kubur ini belum apa-apa dibandingkan dengan Neraka, jadi jika di dalam kuburnya masih utuh ya tidak mustahil orang itu min ahli sholawat kepada kanjeng Nabi shalallahualaihi wa salam,” tegas beliau.

Kisah menginspirasi juga disampaikan oleh Habib Luthfi, seperti cerita seorang wanita tua penyapu masjid.