GUS BAHA MENGISAHKAN IMAM GHAZALI BELI KAIN KAFAN SENDIRI DAN UMUMKAN HARI KEMATIANNYA HINGGA JAMAAH BERDATANGAN

Diposting pada

Gus Baha Kisahkan Imam Ghazali Beli Kain Kafan Sendiri dan Umumkan Hari Kematiannya Hingga Jamaah Berdatangan

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengisahkan saat Imam Ghazali membeli kain kafan sendiri.

Menurut Gus Baha, Imam Ghazali membeli kain kafan tidak menyuruh santrinya bahkan ia mengumumkan sendiri hari kematiannya.

Karena itulah lanjut Gus Baha, tidak ada jamaah yang datang terlambat untuk ikut mensholati Imam Ghazali sebab mereka sudah mengetahuinya.

Hal itu disampaikan Gus Baha dalam sebuah ceramah yang diunggah akun TikTok @Beni Nadatisman pada 10 Juli 2021.

Dalam ceramahnya Gus Baha menceritakan jika para wali memiliki kisah yang khas dan seolah tidak masuk akal karena berbicara perkara gaib.

“Imam Ghazali akan meninggal itu paginya (hari kamis) membeli kain kafan, beli sendiri tidak menyuruh santrinya,” ujar Gus Baha.

“Beli kain kafan lalu mandi, ketika sudah masuk subuh hari Jumat, adiknya yang bernama Masydudin dipanggil: Saya selesai sholat, saya ridha kepada Tuhan jika harus pindah sekarang,” sambung Gus Baha.

Gus Baha melanjutkan, kain kafan itu kemudian diberikan kepada adik Imam Ghazali. Setelah mandi dan berdzikir Imam Ghazali kemudian wafat.

BACA JUGA:  Kalau Butuh Uang Kata Gus Baha Begini Cara Berdoanya, Nanti Allah akan Menerjemahkannya Sendiri

“Tidak seperti kamu menyusahkan orang, tidak ada pemberitahuan tiba-tuba berangkat, itu tidak sopan namanya,” kata Gus Baha yang disambut tawa jamaah.

Menurut Gus Baha Imam Ghazali terlihat santai dengan membeli kain kafan sendiri. Hal itu lanjut Gus Baha karena Imam Ghazali ditampakkan (diberitahu) perkara gaib.

Karena itulah beber Gus Baha, tidak ada orang yang terlambat ikut mensholati jenazah Imam Ghazali.

“Karena sudah diberitahu, besok datang ya, saya meninggal, jadi yang jaraknya sehari pun bisa datang, yang mengundang pun Imam Ghazali,” terang Gus Baha.

“Allah itu yang paling tahu alam gaib, dan tidak menampakkan hal gaib tersebut kepada yang lain kecuali yang diberitahu,” tambah Gus Baha.

Menurut murid kesayangan Mbah Moen itu, hal gaib tidak hanya diketahui oleh Allah dan Rasul saja, namun juga oleh manusia biasa yang memenuhi syarat.

Namun Gus Baha menjelaskan jika salah satu diantara syarat diberikan kemampuan mengetahui hal gaib adalah mereka yang mendapat ridha Allah.