GURU-GURU MBAH MOEN

GURU-GURU MBAH MOEN

Orang hebat Tidak hanya ditentukan ijtihadnya dalam thalabul Ilmi, tapi juga didukung Dan dibentuk oleh orang-orang hebat. Oleh sebab itu dalam Ta’lim Al Muta’allim disebutkan syarat sukses mencari ilmu:

إلا لا تنال العلم الا بستة – سأنبيك عن مجموعها ببيان
ذكاء وحرص واصطبار وبلغة – وإرشاد استاذ وطول زمان

Ingat, engkau Tidak Akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam syarat, Akan Saya jelasnya semuanya.

Pertama, cerdas dengan semangat tinggi
Kedua, rasa ingin Tau yang besar sehingga Tidak pernah puas Dan terus mencari sepanjang hayat (curiosity)
Ketiga, gigih Dan pantang menyerah, berani melalui jalan sulit Dan Berliku
Keempat, Punya modal cukup sesuai pepatah there is a will there is a way (dimana Ada kemauan pasti Ada jalan)
Kelima, bimbingan guru yang menunjukkan jalan kesuksesan, keselamatan Dan keberkahan
Keenam, waktu yang lama (long life education) karena sepanjang hayat masih di kandung badan, kewajiban belajar tidak pernah hilang.

Untuk mendukung statement di atas, Ada kaidah pendukung:

الطريقة اهم من المادة وروح الاستاذ اهم من الطريقة

Metode mengajar lebih Penting dalam membentuk karakter Dan transfer ilmu kepada murid dari pada sekedar materi. Namun ruh guru yang membimbing dan menyinari jiwa murid dengan penuh keikhlasan Dan istiqamah lebih Penting Dan sangat menentukan menyukseskan pendidikan Anak didik dari pada sekedar metode pengajaran.

Guru kami, KH Ishomuddin Hadziq, cucu Hadlratussyaikh M. Hasyim Asy’ari, dalam satu kesempatan menyatakan bahwa kunci sukses Pesantren zaman dulu adalah Dua Hal:

Pertama, شيخ فتاح (Kiai yang tidak sekedar melakukan transfer ilmu, tapi mampu membuka Tirai kegelapan hati santri).

Kedua, اجتهاد طالب (kesungguhan santri dalam belajar dengan memperbanyak bangun waktu malam untuk muthalaah kitab Dan shalat tahajjud).

Baca juga:  Karomah Karomah Gus Miek

Kehebatan KH Maimun Zubair Tidak lepas dari hadirnya guru-guru hebat yang membentuk karakter Dan transfer ilmu kepada beliau.

Beberapa guru beliau adalah :

1. KH Zubair Dahlan

Guru pertama KH Maimun Zubair adalah ayahnya sendiri, KH Zubair Dahlan. Kiai Zubair dikenal sosok Ulama bertangan dingin. Beliau mampu melahirkan ulama-ulama hebat, seperti KH MA Sahal Mahfudh, KH Ahmad Fayumi Munji, Dan ulama-ulama lainnya.

Pengembaraan ilmu Kiai Zubair di Pesantren Jawa sampai Haramain membuat beliau mempunyai otoritas ilmu, khususnya Bidang fiqh, Ushul fiqh, Dan qawaid fiqh.

Kedalaman Mata batinnya membuat Kiai Zubair mampu membimbing para santri, termasuk anak-anaknya sebagai figur Ulama yang mendalam ilmunya Dan luhur akhlaknya.

2. KH Abdul Karim (Mbah Manaf) Lirboyo

Mbah Manaf adalah Pendiri Pondok Lirboyo Kediri. Semangat belajarnya dahsyat. Beliau menghabiskan waktu dari Pesantren ke Pesantren lain. Pesantren yang Paling lama dikunjungi Dan diambil saripati ilmunya adalah Pesantren Syaikh Chalil Bangkalan Madura.

Mbah Manaf di sini menurut satu sumber adalah selama 24 tahun, waktu yang sangat panjang, sampai-sampai Syaikh Chalil mengusir Mbah Manaf karena ilmunya sudah dikuras habis Dan Tidak tersisa.

Mbah Manaf dikenal santri yang berasal dari keluarga biasa, tapi ahli riyadhah (tirakat). Beliau kebiasaannya adalah puasa setiap Hari. Mujahadah dalam bentuk puasa ini membeningkan mati hati Mbah Manaf sehingga Allah memberikan hidayah Dan Taufiq kepadaNya menuju jalan yang diridlai-Nya.

Mbah Manaf mengakhiri petualangannya di Pondok temannya, yaitu PP Tebuireng Jombang di bawah asuhan KH M Hasyim Asy’ari. Atas Saran KH Hasyim Asy’ari, Mbah Manaf dinikahkan dengan Putri seorang tokoh Agama di Kediri Dan akhirnya Hal ini menjadi cikal bakal Berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo yang konsisten menerapkan Pola salafus shalih dengan kajian kitab salaf sebagai menu utama.

Baca juga:  Inilah Makna Syiiran Gus Dur Yang Sebenarnya

Sebagai Putra kiai besar, KH Maimun Zubair mendapat perhatian khusus dari Mbah Manaf Dan menantunya, seperti KH Marzuki yang berasal dari Jampes Kediri.

Lirboyo dikenal kuat dalam ilmu alat karena Mbah Manaf lama nyucup ilmu Syaikh Chalil Bangkalan Madura yang dikenal kuat dalam ilmu alat. Maka wajar jika KH Maimun Zubair alim dalam ilmu alat, sehingga pengajian Syarah Ibnu Aqil ala Alfiyyati Ibnu Malik dibanjiri para santri untuk nyucup ilmu beliau.

3. Sayyid Alawi Al Maliki Al Hasani

Sayyid Alawi Al Maliki adalah sosok Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang pandangan Dan pemikirannya sangat luas.

Karyanya mencakup berbagai Bidang, mulai fiqh, Taufiq, akhlak, hadis, dan lain-lain.

Sayyid Alawi Al Maliki Al Hasani ini melahirkan Putra yang juga menjadi Ulama besar, yaitu Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki yang karyanya sangat produktif.

KH Maimun Zubair mengikuti jejak ayahnya, belajar di Haramain, untuk mereguk lautan ilmu dari ulama-ulama besar, termasuk Sayyid Alawi Al Maliki Al Hasani ini.

4. Syaikh Yasin bin Isa Al Fadani

Syaikh Yasin dikenal dengan Ulama yang ahli dalam Bidang hadis yang dikenal sebagai Musnid ad-Dunya.

Karyanya Merambah banyak Bidang, mulai hadis, fiqh, qawaid fiqh, Dan lain-lain. Karyanya sangat banyak.

Banyak Ulama Indonesia yang nyucup ilmu Syaikh Yasin. KH MA Sahal Mahfudh, KH Manshur Lasem, KH Ahmad Fayumi Munji, Dan KH Maimun Zubair adalah sebagian ulama tersebut.

KH Maimun Zubair mereguk ilmu Syaikh Yasin yang dikenal sebagai Pakar hadis ini dengan penuh kesungguhan. Maka wajar jika KH Maimun Zubair juga sering membaca kitab-kitab hadis, khususnya ketika bulan Ramadlan.

Baca juga:  Dawuh Mbah Maimun Zubair Kepada Gus Idris Tambak Beras

5. Syaikh Fadhol Senori

Menurut sumber, KH Maimun Zubair juga belajar part time kepada Syaikh Fadhol Senori yang dikenal sebagai sosok Ulama yang alim Dan produktif.

Karya Syaikh Fadhol ini meliputi banyak Bidang, misalnya dalam Bidang Nahwu, Tauhid, Keramat wali, Aswaja, Dan lain-lain.

Meskipun Tidak pernah belajar di Haramain, Syaikh Fadhol mempunyai kemampuan menulis kitab yang dahsyat, sebuah anugerah yang diberikan Allah kepada hambaNya yang istiqamah Dan bersungguh-sungguh dalam belajar Dan bertaqarrub kepada-Nya.

Masih banyak guru KH Maimun Zubair yang belum disebutkan. Lima guru di atas hanya sebagian dari banyaknya guru KH Maimun Zubair. Orang besar Selalu istifadah (mengambil ilmu Dan faedah) kepada orang-orang yang diberi kelebihan ilmu Dan akhlak di manapun Dan kapanpun. Begitulah KH Maimun Zubair yang selalu istifadah kepada ulama-ulama besar Dan Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih sedikit.

Hal ini sesuai syair dalam Ta’lim Al Muta’allim:

تعلم فإن العلم زين لأهله – وفضل وعنوان لكل المحامد
وكن مستفيدا كل يوم زيادة – من العلم وأسبح في بحور الفوائد
تفقه فان الفقه افضل قائد – الي البر والتقوي واعدل قاصد

Belajarlah karena sesungguhnya ilmu menjadi hiasan bagi pemiliknya, menjadi keutamaan Dan tanda bagi setiap yang terpuji

Jadilah orang yang setiap Hari selalu mengambil faedah ilmu Dan berenanglah dalam lautan faedah

Belajarlah ilmu fiqh, karena sesungguhnya ilmu fiqh adalah penuntun Paling utama kepada kebaikan Dan takwa Dan ilmu yang meluruskan tujuan sehingga Tidak melenceng

Semoga Kita bisa meneladani spirit thalabul Ilmi KH Maimun Zubair yang tidak pernah puas belajar kepada Ulama-ulama besar, Amiin.

Mekah, Senin, 18 Dzulhijjah 1440 – 19 Agustus 2019 Funduq Jarwal Kiswah 2, Pukul 11.50

Tags: #KH Maimun Zubair #Mbah Maimun Zubair

Biografi KH. Ahmad Basyir; Mujiz Dala’il al-Khairat
Biografi KH. Ahmad Basyir; Mujiz Dala’il al-Khairat Beliau adalah ulama kharismatik dari Kudus,
Kyai Ini ‘Sulap’ Wanita Jadi Hafidzoh Qur’an
Kyai Ini ‘Sulap’ Wanita Jadi Hafidzah Qur’an Adalah Kyai Hamim Djazuli atau akrab
Kisah Mas Bahar Sidogiri ‘Meniduri’ Istri Syaikhana Khalil Bangkalan
Risalah Pondok Sidogiri 2 Kisah Mas Bahar Sidogiri ‘Meniduri’ Istri Syaikhana Khalil Bangkalan
Karomah Karomah Gus Miek
Gus Miek adalah seorang ulama besar dan juga seorang waliyullah putra dari pasangan

Leave a reply "GURU-GURU MBAH MOEN"