Dzun Nun al-Mishry Pemuda Istimewa

PEMUDA ISTIMEWA

Diceritakan bahwa Dzun Nun al-Mishry memasuki Masjidil Haram, beliau melihat seorang pemuda yang tak berbaju dan terabaikan yang sedang sakit berada di bawah tiang. Pemuda itu merintih dengan sedih.

Dzun Nun mendekati pemuda tersebut seraya mengucapkan salam. Beliau bertanya pada pemuda tadi, “Engkau siapa?” Pemuda itu menjawab, “Aku adalah orang asing yang merindukan Allah.” “Orang seperti kamu?”

Tiba-tiba pemuda tersebut menangis sejadi-jadinya dan menjerit dengan jeritan yang menyayat hati hingga pemuda itu meninggal. Di saat Dzun Nun mengetahui bahwa pemuda itu telah meninggal, beliau meletakkan jubah untuk menutupi jenazahnya dan pergi untuk membeli kain kafan, namun ketika kembali jenazah pemuda asing itu telah lenyap.

Baca juga:  Saat Wafatnya Imam Ghozali

Dzun Nun pun bertasbih menyucikan nama Tuhannya. Tak lama kemudian beliau mendengar sebuah seruan, “Wahai Dzun Nun! Pemuda asing ini adalah orang yang dicari-cari setan di dunia tapi tidak ditemukan, dicari oleh Malaikat Malik di Neraka namun tidak ditemukan, dicari Malaikat Ridwan di Surga juga tidak ditemukan.” Dzun Nun bertanya, ”Dimanakah gerangan dia”.

Kemudian kembali terdengar suara olehnya, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa) disebabkan cinta, ketaatan, dan menyegerakan diri taubat kepada Allah.”

Baca juga:  al-Harits bin As’ad al-Muhasibi, Tahapan-Tahapan Ma’rifat

Mukâsyafatul-Qulûb, hal 27

Tags: #Dzun Nun al-Mishri

Leave a reply "Dzun Nun al-Mishry Pemuda Istimewa"