Cerita Gus Dur Temukan Makam Leluhurnya di Hutan Banyuwangi, Ungkap Pesan Khusus di Secarik Kertas

Diposting pada

Daftar Isi

KH Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur memang dikenal sebagai ahli tirakat dan suka berziarah ke tempat-tempat yang tidak disangka kebanyakan orang awam.

Bahkan di pelosok hutan pun Gus Dur bisa menemukan makam Auliya yang juga masih leluhurnya, seperti di Hutan Jati di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Biasanya kalau makam tersebut seusai diziarahi Gus Dur ( KH Abdurrahman Wahid ) yang juga mantan Ketua PBNU serta mantan Presiden RI tersebut langsung ramai dikunjungi peziarah, terutama kaum Nahdliyin (NU) .

Seperti kisa dia area pemakaman kuno yang terletak di kawasan hutan Banyuwangi menjadi salah satu jejak syiar Islam paling awal yang masuk ke Tanah Jawa. Makam ini milik orang suci yg datang dari negeri Rum.

Beliau tak lain adalah Syekh Al Maulaya. Di tanah Jawa, beliau juga dijuluki Syekh Mulyo atau Syekh Akbar yang mana diketahui sebagai Sepupu dari Syekh Subakir.

Di areal pemakaman itu pula terdapat makam dari puluhan tokoh masa lampau tanah Jawa. Beberapa di antaranya seperti Aryo Murti dan makam ayah dari Syekh Mulyo, yakni Syekh Kamaluddin Sarbiqoni Sayyidtullah.

Beberapa makam terlihat memiliki ukuran yang tak biasa. Sekitar 10 makam memiliki panjang mencapai 7 meter lebih, sedangkan makam lainnya memiliki panjang sekitar 3 meter.

BACA JUGA:  CARA IMAM GHOZALI MENDAPAT ILMU LADUNI

Makam para orang suci ini berada di tengah belantara hutan jati di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Tepatnya di petak 76 kawasan Gunung Gamping, ya kini secara administratif dikelola Perhutani Banyuwangi Selatan.

Menurut cerita babat desa setempat, areal pemakaman kuno itu diketahui sudah ada sejak tahun 1603. Lokasi ini juga menjadi basis pertahanan para pejuang pada masa penjajahan Belanda.

Seiring berjalannya zaman, areal pemakaman yang banyak ditumbuhi pohon Klampis hitam ini terlantar. Hingga akhirnya pada 1996, jejak sejarah tanah Jawa itu kembali ‘ditemukan’.

“Yang menemukan (kembali) makam itu yakni Muhammad Said Abu Bakar Sabitullah. Beliau ahli waris dari Syekh Mulyo,” jelas Edy Yanto, salah satu tokoh yang turut melestarikan makam Syekh Mulyo.

Namun, pada saat itu warga masih belum mengetahui siapa gerangan pemilik makam tersebut.