Kategori: Tasawuf

Menelusuri Jejak Manusia Makrifat

Permalink to Menelusuri Jejak Manusia Makrifat
Menelusuri Jejak Manusia Makrifat   Rasulullah saw, telah memerintahkan agar mengikuti jejak dua tokoh besar, Sayyidina Abu Bakr as-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khothob ra, serta  mencari kebenaran dan petunjuk dari Ammar ra, karena ia meninggal dengan cintanya yang agung pada kerabatnya, Sayyidina Ali KW. Rasul saw, juga menegaskan agar tetap kokoh dengan janji, sebagaimana

Alam Jabarut Malakut dan Alam Mulk

Permalink to Alam Jabarut Malakut dan Alam Mulk
Alam Jabarut Malakut dan Alam Mulk Di antaranya 3 buah alam yang diberi istilah Alam Jabarut, Alam Malakut, dan Alam Mulk.   Alam Jabarut Alam Jabarut, adalah alam yang “paling dekat” dengan aspek2 Ketuhanan, penghuni alam Jabarut adalah ‘sesuatu yang bukan Allah dalam aspek Ahadiyyah’, melainkan derivasi dari aspek Ahadiyyah yang tertinggi selain apa pun

Habib Luthfi bin Yahya: Tentang Sufi dan Rahasia Ilahi

Permalink to Habib Luthfi bin Yahya: Tentang Sufi dan Rahasia Ilahi
“Rahasia Allah terletak pada makhlukNya.” “Sesama wali quthub meski memiliki pangkat kewalian yang sama tetapi memiliki sirr atau rahasia yang berbeda. Salah satu hikmahnya adalah agar tidak ada kecemburuan di antara makhluk Allah.” “Jangan sekali-kali melupakan guru yang telah mengenalkanmu dzahir-dzahir syariat, terlebih guru mursyidmu yang telah membimbingmu menuju Allah. Salah satu sebab kenapa aku

Tanda Tanda Kematian Yang Dialami Orang Yang Akan Meninggal Dunia

Permalink to Tanda Tanda Kematian Yang Dialami Orang Yang Akan Meninggal Dunia
Inilah Tanda tanda kematian yang akan dialami orang yang akan meninggal dunia. jika tidak kuat atau takut jangan diteruskan mmbaca.  Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan1 hari menjelang kematian. Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang

Nurun Nur, Cahaya di atas Cahaya

Permalink to Nurun Nur, Cahaya di atas Cahaya
Tentang Cahaya di atas Cahaya terdapat dalam Surah an Nur ayat 35 – 38. Allah (memberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan (bintang yang bercahaya) seperti mutiara yang menyalakan minyak dari pohon

Tingkatan dalam Tasawuf

Permalink to Tingkatan dalam Tasawuf
Pada dasarnya, ajaran Tasawuf merupakan bimbingan jiwa agar menjadi suci, selalu tertambat pada Allah dan Tasawuf  menjauhkan dari pengaruh-pengaruh selain Allah. Kemudian dengan Tasawuf  maka terbukalah hijab yang menutupinya. Tingkatan dalam tasawuf, yang meliputi: Maqom Taubat (  التوبة ), yaitu meninggalkan dan tidak mengulangi lagi perbuatan dosa yang pernah dilakukan demi menjunjung

Telinga Berdenging, Panggilan dari Rosullullah?

Banyak orang bertanya kenapa terkadang telinga bersuara “Nging” ? Apa sebab musababnya, karena musababnya ada yang mengatakan dengan tidak berpedoman, bertahayul dan sangkaan jelek terhadap hal itu? Sesungguhnya suara “NGING” dalam telinga, itu ialah Sayyidina Rosullullah Saw sedang menyebut orang yang telinganya bersuara “NGING” dalam perkumpulan yang tertinggi (malail a’laa) dan supaya ia ingat pada sayyidina

Cara Membedakan Nafsu atau Bukan

Permalink to Cara Membedakan Nafsu atau Bukan
CARA MEMBEDAKAN ANTARA NAFSU ATAU BUKAN “Jika ada dua perkara yang tidak jelas (meragukan) bagimu, maka lihatlah mana di antara keduanya yang paling berat bagi nafsu, lalu ikutilah ia karena tidaklah terasa berat bagi nafsu, kecuali sesuatu yang benar.” —Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam

Galau, Berarti Masih Terhalang MenyaksikanNya

Permalink to Galau, Berarti Masih Terhalang MenyaksikanNya
Galau, Berarti Masih Terhalang MenyaksikanNya Jika hatimu masih merasa galau dan sedih berarti masih terhalang untuk menyaksikan-Nya.” —Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam. Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa jika hati kita masih merasakan galau, sedih dan gelisah terhadap hal-hal yang bersifat duniawi, berarti hati kita masih terhalang dari melihat Allah dengan mata batin. Jika tidak,