Category: Sufi

Imam Ghozali, Mengenal Allah

Imam Ghozali memiliki karya yang sangat terkenal, yaitu Ihya’ Ulumuddin, sel ain itu dia pula mempunyai karya yang lain: “Munqid min Dhalal, Maqashid Falasifah, Tahafut Falasifah, Iqtishad fi I’tiqad, Jam Awam’an ‘Ilm Kalam, Mi’yar ‘Ilm, Al-Mustashfa (ushul Fiqh), Minhaj “Abidin, Kimia’ Sa’adah, Risalah Laduniyyah, Misykat al-Anwar, Madhmun bih ‘ala Ghair Ahlil, Maqshid Asna fi Syarkh Asma’

Maqom Tajrid dan Asbab Ngaji Kitab AlHikam Hikmah ke 2

Permalink to Maqom Tajrid dan Asbab Ngaji Kitab AlHikam Hikmah ke 2
Maqom Tajrid dan Asbab di dalam Kitab Al Hikam dari Syaikh Ibnu Aththoillah, pada hikmah no 2 tertulis: “Keinginanmu untuk tajriid pada saat Allah menegakkan engkau di dalam asbaab merupakan syahwah khafiyyah (syahwah yang tersembuni/tersamar). Dan keinginanmu kepada asbaab pada saat Allah sedang menegakkan engkau di dalam tajriid merupakan suatu kejatuhan dari himmah al-‘aliyyah (himmah yang

Kisah Malik bin Dinar Kakek Tua dan Ular Besar

Permalink to Kisah Malik bin Dinar Kakek Tua dan Ular Besar
Malik bin Dinar, yang meninggal pada 131 H. Ibn Khallikan menulis sebagai berikut:  “Malik bin Dinar adalah ilmuwan yang zuhud dan rendah hati. Dia adalah seorang yang suka merendah dan tidak mau makan kecuali dari hasil kerjanya sendiri. Dan kerjanya adalah menulis mushaf dengan upah.” Malik bin Dinar Ber kata :  ” Barang siapa menyertai

Ibnu Arabi, Sufi Pemikir Besar dari Spanyol

Permalink to Ibnu Arabi, Sufi Pemikir Besar dari Spanyol
Ibnu Arabi, yang  nama lengkapnya Abu Bakr Muhammad ibn ‘Ali ibn Ahmad ibn ‘Abdullah al-Tha’i al-Hatimi, lahir di Murcia Andalusia Tenggara, Spanyol, yang pada tahun 560 H adalah wilayah Islam, meninggal di hijaz tahun 638 H. beliau digelari al-Syaikh al-akbar. Ibn Arabi adalah pemikir besar Islam, karyanya yang terkenal adalah al-Futuhat al-Makiyyah, Fushush al-Hikam, Turjuman

Kisah Ibrahim ibn Adham Ditegur Langsung Oleh Nabi Khidir

Permalink to Kisah Ibrahim ibn Adham Ditegur Langsung Oleh Nabi Khidir
Ibrahim ibn Adham merupakan raja Balkh yang sangat luas wilayah kekuasaannya. Kemana pun ia pergi, empat puluh buah pedang emas dan empat puluh buah tongkat kebesaran emas diusung di depan dan di belakangnya. Pada suatu malam ketika ia tertidur di kamar istananya, langit-langit kamar berderik-derik seolah-olah ada seseorang yang sedang berjalan di atas atap.  Ibrahim ibn

Kisah Hasan al Bashri

Permalink to Kisah Hasan al Bashri
Hasan Bashri , meninggal tahun 110 Hijjri yang nama lengkapnya ialah al Hasan ibn Abi al-Hasan Abu Sa’id, beliau lahir di Medinah tahun 21 Hijriyyah. Ibunya seorang hamba sahaya Ummu Salamah, isteri Nabi Muhammad saw. Hasan Bashri tumbuh dalam lingkungan yang sholeh dan mendalam pengetahuan Islam nya. Hasan Bashri pula menerima hadist dari sebagian sahabat Rosul.

Dzun Nun al-Mishri, Pelajaran Terakhir Dari Sang Guru

Dzun Nun Al Misri mendapatkan wejangan dari Sang Guru. Dzun Nun al-Mishri Rahimahullah, selesai bermalam di rumah gurunya selama tujuh puluh hari. Sang guru ialah ulama besar yang wafat di tahun 186 Hijriyah, Imam Syuqran al-Qairawani. Imam Syuqran merupakan seorang ahli ibadah, orang zuhud yang sebenarnya, dan shalih. Di akhir kunjungannya, Dzun Nun al-Mishri meminta

Jalaludin Rumi, Khamr Berubah Menjadi Cuka

Permalink to Jalaludin Rumi, Khamr Berubah Menjadi Cuka
Jalaludin Rumi mengundang Gurunya Syamsuddin Tabriz rumahnya. Untuk menghormati gurunya, Jalaludin Rumi mengadakan jamuan makan malam. Setelah semua hidangan makan malam telah dihidangkan di hadapan mereka berdua. Maka Syamsuddin Tabriz bertanya pada murid kesayangannya itu: Jalaludin Rumi Menjamu Sang Guru “Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. ( khamr) Rumi kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’. “Iya”,

Ibnu Khaldun, Latihan Rohaniah Dengan Rasa

Permalink to Ibnu Khaldun, Latihan Rohaniah Dengan Rasa
Ibnu Khaldun Tersingkapnya hakikat realitas yang wujud, iluminasi, Ibnu Khaldun mengungkapkan bahwa, para sufi melakukan latihan rohaniah dengan mematikan kekuatan syahwat serta menggairahkan ruh dengan jalan menggiatkan dzikir. Dengan dzikir, jiwa bisa mengalami hakikat realitas tersebut, jika hal ini tercapai, maka yang wujud pun telah terkonsentrasikan dalam  dalam pemahaman seseorang, yang berarti ia berhasil menyingkap

Makna Getaran Hati, Suhrowardi al Baghdadi Pendiri Toriqoh

Suhrowardi al Baghdadi,  Tariqoh Suhrawardiyyah dengan anak saudaranya, Syihabuddin Abu Hash ‘Umar Suhrowardi alBaghdadi ( 539 – 632 H ). Tokoh yang terakhir ini pula yang menyusun kitab ‘Awarif al-Ma’arif, yang berisi aturan-aturan tariqot tersebut, dan Suhrowardi al Baghdadi dipandang sebagai pendiri tariqot yang sebenarnya.

Kisah Abu Ubaidah al Jarroh, Sahabat Nabi Yang Terpercaya

Permalink to Kisah Abu Ubaidah al Jarroh, Sahabat Nabi Yang Terpercaya
Abu Ubaidah al Jarroh, yang meninggal pada pada 18 H.  Abu Ubaidah al-Jarroh, berkata: “Betapa banyak orang yang mencuci bajunya, tapi mengotori agamanya. Dan betapa banyak orang yang memuliakan dirinya sendiri, tapi dia dalam pandangan dirinya tidak ada artinya. Maka bersegeralah kalian memperbaiki keburukan-keburukan lama dengan kebaikan-kebaikan baru. Sebab sekiranya diantara kalian ada yang berbuat

Imam Ghazali, Sufi Sunni

Ada beberapa Artikel yang membahas tentang Imam Ghazali, untuk sedikit memahami pemikiran dan meraba pengetahuan beliau yang sangat luas. Dengan begitu, arah menuju Allah adalah obat yang menyembuhkan Imam Ghozali, katanya: “Penyakit ini pun semakin merajalela. Dan hampir selama berbulan-bulan, dipaksa oleh kondisi yang ada dan bukannya berdasarkan

Makruf al-Karkhi , Karomah Karomahnya

Permalink to Makruf al-Karkhi , Karomah Karomahnya
Makruf al-Karkhi, ada yang menyebutnya Ma’ruf al-Kurkhi. Menurut Makruf al-Karkhi tasawuf ialah menimba hakikat realitas-realitas dan berputus asa terhadap apapun yang di tangan mahluk. Tasawuf menurut Makruf al-Karkhi, didasarkan pada syariah dan tuntutan-tuntutan amal ibadah maupun ketaatannya. Sekalipun  tasawuf menafikan perbantahan secara teoritis tentang persoalan agama (Islam) serta lebih menekankan pelaksanaan ibadah dalam hal ini

Abu Said al-Kharroz Pengalaman Spiritualnya Sering Ditemui Rosul

Permalink to Abu Said al-Kharroz Pengalaman Spiritualnya Sering Ditemui Rosul
Abu Said al-Kharroz, yang meninggal pada tahun 279 Hijriyyah. Beliau adalah sebagai sufi yang  banyak menaruh perhatiannya pada tingkatan-tingakatan dan keadaan-keadaan dalam perjalanan menuju Allah. Hal ini diuraikan Abu Said al-Kharroz dalam Kitab karya nya yang berjudul Thoriq ila Allah wa Kitab al-Shidq. Dalam kitab karangannya Thoriq ila Allah wa Kitab al-Shidq, Abu Said al-Kharroz menguraikan

al Ghazali Pergulatan dalam Diri Sebelum memasuki Tasawuf

Permalink to al Ghazali Pergulatan dalam Diri Sebelum memasuki Tasawuf
al Ghazali , atau Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad, beliau digelari “Hujjatul Islam” . Nama al Ghazali diambil dari pekerjaan ayahnya sebagai pemintal wol. Lahir di Thus di kawasan Khurasan tahun 450 H. al Ghazali kecil belajar fiqih pada Ahmad al-Radzkani ketika masih belia dilanjutkan belajar kepada Imam Abu Nashr al-Isma’ili di Jurjan. al

Syeh Ahmad Badawi 40 hari Tidak Makan dan Minum

Permalink to Syeh Ahmad Badawi 40 hari Tidak Makan dan Minum
Thoriqot Ahmadiyyah didirikan oleh Syeh Ahmad Badawi ( lahir 596 H, meninggal dunia 675 H ). Dia lahir di Marocco, pergi ke Makkah, lalu ke Mesir dan menetap di kota Thandtha ( Thantha), sepeninggal Syeh Ahmad Badawi, kepemimpinan Tariqoh Ahmadiyyah  di pegang muridnya ‘Abdul Muta’al al-Anshari ( meninggal dunia tahun733 H ).

Ibrahim Ibnu Adham, Tips Menjauhkan Diri dari Hawa Nafsu,

Permalink to Ibrahim Ibnu Adham, Tips Menjauhkan Diri dari Hawa Nafsu,
Ibrahim Ibnu Adham , Adalah zuhud angkatan awal. Ibrahim Ibnu Adham putra raja dari kerajaan Balkh, Dia lebih suka menjadi Sufi.  Suatu ketika Ibrahim Ibnu Adham , diberitahu tentang harga daging yang melonjak naik. Ibrahim Ibnu Adham ber kata, ” Apa kah ada orang-orang meminta harganya diturunkan?” atau lebih baik orang-orang tidak usah membelinya. Ibrahim Ibnu

Ibnu Taymiyyah Setelah Taubat, Hakikat Wali Allah

Ibnu Taymiyyah  Nama lengkapnya adalah Taqiuddin Abu al-‘Abbas Ahmad ibn ‘Abdil Halim ibn Abdissalam ibn ‘Abdillah ibn Taymiyah al-Haran al-Hanbal. Ibnu Taymiyyah dilahirkan di kota Harran pada hari Senin 10 Rabiul Awwal tahun 661 Hijjriyah ( Islamic calendar ). Ayahnya membawanya ke Damascus pada 667 Hijjriy ketika

Abu Hafsh Syihabuddin al-Suhrawardi al-Baghdadi

Suhrawardi al Maqtul , Yang mempunyai nama lengkap, Abu al-Futuh Yahya bin Habsy bin Amrak, bergelar Syihabuddin. Dikenal pula sebagai al-Hakim (Sang Bijak). Berasal dari Suhraward, yang lahir pada 550 Hijriyah. Beliau meninggal dengan cara dibunuh di Halb (Aleppo), atas perintah Shalahuddin al-Ayyubi, pada tahun 587 Hijriyyah. Karena peristiwa itu ia diberi gelar al-Maqtul (yang

Hakikat Tasawuf Imam Ghozali

Permalink to Hakikat Tasawuf Imam Ghozali
Hakikat Tasawuf Imam Ghozali, Pada awalnya aku adalah orang mengingkari kondisi spiritual orang-orang shaleh dan derajat-derajat yang dicapai oleh para ahli tasawuf. Hal ini terus berlanjut sampai akhirnya aku bergaul dengan Mursyid-ku, Yusuf an Nasaj.

Dzun Nun al Mishri, Makrifat

Permalink to Dzun Nun al Mishri,  Makrifat
Dzun Nun al Mishri , lahir di Akhwim kawasan Mesir Hulu tahun 155 H meninggal pada tahun 245 H. Menurut beberapa riwayat, Dzun Nun al Mishri adalah seorang sufi yang terkenal dengan keluasan ilmunya, kerendahan hatinya, dan budi pekertinya yang baik. Dzun Nun al Mishri cenderung mengaitkan ma’rifat dengan syari’at, seperti katanya berikut: ” Tanda

Nur Ilahi seorang Wali

Permalink to Nur Ilahi seorang Wali
Tentang Nur Ilahi seorang Wali, Imam Ghozali  menjelaskan bahwa Wali adalah benar-benar ada, dan kita harus mempercayainya, seperti kita juga percaya  tentang adanya  nabi Allah. Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Ghozali menegaskan. “Bahwa siapa-siapa yang membantah/mengingkari tentang adanya manusia tingkat Wali maka ia juga mengingkari adanya manusia tingkatan Nabi”.

Tokoh-Tokoh Sufi Abad ke Abad

Permalink to Tokoh-Tokoh Sufi Abad ke Abad
Fase awal perkembangan dunia tasawuf dirintis oleh Tokoh Sufi , tumbuh dari abad pertama dan kedua Hijriyah. Pada jaman ini Pula dikalangan Muslim sudah terdapat individu-individu yang lebih memusatkan dirinya pada ibadah, tidak mementingkan makanan, pakaian maupun tempat tinggal. Mereka lebih memusatkan diri pada jalur kehidupan dan tingkah laku yang asketis dan Zuhud. diantara tokoh-tokoh

Jalaludin Rumi, Penyair Sufi

Permalink to Jalaludin Rumi, Penyair Sufi
Jalaludin Rumi (604-672 H) nama lengkapnya Jalaludin muhammad ibn Al-Balkhi al-Qunuwi, lahir di Balkh tahun 604 H. Jalaludin pada awalnya belajar pada ayahnya, lalu Jalaludin Rumi belajar pada sahabat ayahnya. Setelah Burhanuddin Muhaqqiq meninggal dunia, Jalaludin Rumi pun menggantikannya sebagai guru di kota Qunyah. Pertemuan Jalaludin Rumi dengan Shamsu Tabriz, seorang sufi Penyair dan pengelana