Kategori: Kisah Wali

Wali Paidi 1, Berkumpulnya 40 Wali Allah Pada Hari Arofah

Permalink to Wali Paidi 1, Berkumpulnya 40 Wali Allah Pada Hari Arofah
Tiap hari Arofah, ada perkumpulan 40 wali di atas gunung sekitar daerah Makkah. 40 wali ini tersebar ke seluruh pelosok dunia. Dan setiap tahun mereka memang berkumpul di atas bukit itu (maaf tempat dirahasiakan). Di antara mereka, ada wali yang datang dengan cara terbang, naik sajadah seperti Alladin, dan ada pula yang muncul dari bumi (mecungul). Ada

Wali Paidi 14, Sholat Jamaah Manusia Bercahaya

Permalink to Wali Paidi 14, Sholat Jamaah Manusia Bercahaya
Wali Paidi 14, Setelah cerita soal gus dur , wali paidi ngeloyor pergi, dia berjalan terus tanpa memperdulikan arah dan tujuan, berjalan terus sambil menikmati rokoknya, sudah berapa lama dan seberapa jauh wali paidi berjalan dia sendiri tidak tahu. wali paidi seperti tidak sadar tiba2 saja hatinya dipenuhi dzikir dg Allah dan bersama Allah, wali paidi

Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi

Permalink to Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi
Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi. Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan Wali Paidi, tanpa di komando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari Wali Paidi dan Gohell. Mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu

Wali Paidi 7, Mendengar Dengan Telinga Allah

Permalink to Wali Paidi 7, Mendengar Dengan Telinga Allah
Wali Paidi 7, Mendengar Dengan Telinga Allah, Setelah beberapa hari bersama Wali Paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya..  Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yang juga mondok disitu dengan berkata : “ kang..sampeyan udah ditunggu Mas Yai di depan mushollah pondok…” “

Wali Paidi 8, Bertemu Nabi Khidir

Permalink to Wali Paidi 8, Bertemu Nabi Khidir
Wali Paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan, Lupa akan makan dan minum, wali paidi pingin menghindari orang2 yg mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yg memanggilnya gus, memanggilnya kiai bahkan ada yg terang2an menggangilnya sang wali   Kehidupan wali paidi sekarang tampak ramai, ada saja orang yg

Suluk Tasawuf Sunan Bonang

Permalink to Suluk Tasawuf Sunan Bonang
Sunan Bonang merupakan ulama’, beliau juga ahli dalam ilmu tasawuf, suluk, falaq, sastra, musik gamelan dan seni pertunjukan. Beliau menguasai beberapa bahasa, diantaranya, Arab Persia, Melayu dan Jawa Kuno.  Sebagai seorang penyair sufi, Sunan Bonang menulis Suluk-suluk yang mengungkapkan pengalamannya menempuh

Wali Paidi 4, MengIslamkan Raja Jin

Permalink to Wali Paidi 4, MengIslamkan Raja Jin
Wali Paidi 4, MengIslamkan Raja Jin. Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban Raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dengan erat bersiap kalau2 ada hal2 yg tidak di inginkan.. ..keringat yg berbau kemenyan keluar dr pori2 para prajurit raja jin yakni Raja Ismoyo, suasana tegang masih sangat terasa, saking tegangnya ada perajurit yg terkencing2

Wali Paidi 3, Mengobrak Abrik Kerajaan Jin

Permalink to Wali Paidi 3, Mengobrak Abrik Kerajaan Jin
Wali Paidi langsung mengobrak abrik tempat para jin tsb, para jin lari tunggang langgang dan banyak sekali yg terluka. Selanjutnya Setiap tempat yg ada jinnya didatangi oleh wali paidi ini dan kalau ditanya jawabannya gak pny korek api maka wali Paidi ini lansung mengobrak abrik tempat tersebut. Setelah beberapa hari di indonesia wali Paidi ini berencana melakukan

Wali Paidi 5, Bertemu Orang Sholat Di Atas Daun

Permalink to Wali Paidi 5, Bertemu Orang Sholat Di Atas Daun
Wali Paidi 5, Bertemu Orang Sholat Di Atas Daun, Sesampainya di rumah sehabis dari Gunung Arjuna, Wali Paidi menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya, tiap pagi Wali Paidi pergi ke pasar berjualan minyak wangi, orang orang di pasar dan di rumahnya biasa memangilnya kang Paidi tukang minyak, sekitar jam 1 siang Wali Paidi ini menutup tokonya dan pulang,

Wali Paidi 6, Dikira Masjidil Haram Ternyata …

Permalink to Wali Paidi 6, Dikira Masjidil Haram Ternyata …
Wali Paidi 6, Dikira Masjidil Haram Ternyata … Pemuda santri thoriqot ini hanya diam , tidak berani berkata banyak didepan Wali Paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara Wali Paidi yg menghisap rokoknya. “Monggo kopine kang, dan ini rokoknya “Wali Paidi menawarkan kopi dan rokok dji sam soenya. “Iya terima kasih…” setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan rokoknya

Inilah Tugas dan Tingkatan Wali Qutub

Permalink to Inilah Tugas dan Tingkatan Wali Qutub
secara ringkat tingkatan aulia qutb terbagi 3 pertama adalah qutb wilayah yaitu aulia yang menjadi pemimpin di suatu wilayah tertentu misal qutb wilayah jakarta, qutb wilayah jawa, qutb wilayah kalimantan, dll kedua adalah qutb zaman yaitu aulia yang menjadi pemimpin para qutb wilayah ketiga adalah qutb aulia yaitu yang menjadi pemimpin semua aulia

Tingkatan Maqom Wali Allah Swt

Permalink to Tingkatan Maqom Wali Allah Swt
Wali Allah memiliki tingkatan atau maqom yang berbeda-beda. Berikut  Tingkatan Maqom Wali atau Aulia Allah dari kitab Jami’u Karomatil Aulia: 1. Wali Qutub:  dalam waktu 1 abad hanya 1 Orang yang berada dalam maqom ini 2. Maqom Aimmah:  dalam kurun waktu  1 Abad hanya ada 2 orang wali 3. Maqom Autad:  dalam 1 Abad 4 Orang wali, mereka berada

Syekh Ahmad Mutamakkin Wali Qawariqul Adah

Permalink to Syekh Ahmad Mutamakkin Wali Qawariqul Adah
Syekh Ahmad Mutamakkin atau yang lebih dikenal dengan nama Mbah Mutamakkin itu. Beliau hidup di masa pemerintahan Amangkurat IV sampai dengan Paku Buwono II sekitar abad XVIII. Beliau menyebarkan agama Islam di desa Kajen, Margoyoso, Pati Jawa Tengah, terletak 18 km utara kota Pati. Banyak versi mengenai asal-usul beliau. Pertama, beliau berasal dari desa Cebolek

Kisah Wafatnya Syekh Abdul Qodir Jaelani, Yang Sangat Mengharukan

Permalink to Kisah Wafatnya Syekh Abdul Qodir Jaelani, Yang Sangat Mengharukan
Syekh Abdul Qodir Jaelani Wafat Selain mewarisi banyak karya tulisan,  Syekh Abdul Qodir Jaelani meninggalkan beberapa buah nasehat menjelang kewafatannya. Akhir hayat Syekh didahului dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Kala itu putra-putranya menghampiri dan mengajukan sejumlah pertanyaan.   Syekh Abdul Qodir Jaelani Berwasiat ”Berilah aku wasiat, wahai ayahku. Apa yang harus aku kerjakan sepergian

Karomah Abuya Dimyati Cidahu Padeglang

Permalink to Karomah Abuya Dimyati Cidahu Padeglang
Abuya Dimyati Atau KH Muhammad Dimyati Cidahu Pandeglang Banten adalah sosok yang kharismatis. Beliau dikenal sebagai pengamal tarekat Syadziliyah dan melahirkan banyak santri berkelas. Mbah Dim begitu orang memangilnya. Nama lengkapnya Muhammad Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin. Dikenal sebagai ulama yang sangat kharismatik. Muridnya ribuan dan tersebar hingga mancanegara. Abuya dimyati orang Jakarta biasa menyapa,

KISAH GUS MIEK DAN TIGA PREMAN TANJUNG PRIOK

Permalink to KISAH GUS MIEK DAN TIGA PREMAN TANJUNG PRIOK
KISAH GUS MIEK DAN TIGA PREMAN TANJUNG PRIOK” Di Daerah Tanjung Priok Pada Tahun 1996. Ada 3 Orang Preman Yang Kerjaannya Cumak Memalak Setiap Kendaraan Truck Kontener Yang Hendak Masuk Pelabuhan, Setelah itu Mereka Akan Mengunakan Uang Hasil Palakanya itu Untuk bermaksiat. Pada Suatu Hari Datanglah Seorang Pria Mengenalkan Dirinya Bernama Gus Miek. Lantas Pria

KEWALIAN GUS MIEK YANG DIKETAHUI OLEH KH AHMAD SHIDDIQ

Permalink to KEWALIAN GUS MIEK YANG DIKETAHUI OLEH KH AHMAD SHIDDIQ
KEWALIAN GUS MIEK YANG DIKETAHUI OLEH KH. AHMAD SHIDDIQ DAN BERSUMBER DARI WALIYULLAH. suatu ketika, rombongan keluarga K.H. Ahmad Shiddiq yang tengah khusyuk ziarah di makam Sunan Ampel terganggu oleh kedatangan rombongan Gus Miek yang terdiri dari berbagai latar belakang sosial. Rombongan yang cukup banyak itu sedikit gaduh sehingga mengusik rombongan yang lain, termasuk rombongan

Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir

Permalink to Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir
Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir, Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya, wali paidi berjalanperlahan mendekati orang gila tsb, dan kira-kira setelah jarak wali paidi dan orang gila itu berjarak 10meteran orang gila tsb berkata dg masih makan dan minum   “ gak usah heran di, orang

Wali Paidi 13, Mengenang Gus Dur

Permalink to Wali Paidi 13, Mengenang Gus Dur
Wali Paidi 13 MENGENANG GUS DUR DALAM RANGKA HAUL KE II BELIAU. Sehabis tahlil bersama dalam rangka memperingati Haul Gus Dur ke II , wali paidi bersama warga berkumpul bareng ngopi bersama –sama. Mereka saling berkelompok tiga sampai empat orang membicarakan dan mengenang Gus Dur , dan diselingi adu argument mengenai apa rahasia dibalik sepak terjang Gus

Seluruh Wali Di Muka Bumi ini Kenal Dengan Gus Dur

Permalink to Seluruh Wali Di Muka Bumi ini Kenal Dengan Gus Dur
Seluruh Wali Di Muka Bumi ini Kenal Dengan Gus Dur, demikian yang dutarakan Habib  kepada kedua muridnya. Pada suatu ketika Habibana Al-Walid Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri Tebet memanggil muridnya yang paling senior yaitu KH. Fakhrurrozi Ishaq dan Habib Idrus Jamalullail mengenai hal penghinaan yang dilakukan kedua muballigh itu kepada Gus Dur yang

Karomah Gus Dur: Wali Ini Kabur Saat Ditemui Gus Dur

Permalink to Karomah Gus Dur: Wali Ini Kabur Saat Ditemui Gus Dur
Diantara banyak karomah Gus Dur, salah satunya adalah beliau bisa mengetahui seorang yang mempunyai maqom wali meskipun wali tersebut menyutupi kewaliannya.  Kisah ini tentang seorang wali yang berusaha menutupi kewaliannya, akan tetapi Gus Dur mengetahui bahwa dia seoarang wali. Wali memang kekasih Allah, tetapi diantara wali sendiri terdapat tingkatan-tingkatan. Semakin tinggi tingkatan seorang wali, mereka

Syekh Subakir, Babad Tanah Jawa

Permalink to Syekh Subakir, Babad Tanah Jawa
Syekh Subakir, sangat berjasa dalam menumbali tanah Jawa, ”Dalam legenda yang beredar di Pulau Jawa dikisahkan. Sudah beberapa kali utusan dari Negeri Arab, untuk menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa khususnya, dan Indonesia pada umumnya tapi telah gagal. Disebabkan orang-orang Jawa pada waktu itu masih kokoh memegang kepercayaan lama. Dengan tokoh-tokoh gaibnya masih sangat menguasai