Kategori: Kisah Wali

Gus Ud Pagerwojo Sidoarjo, Wali Majdud Sejak Kecil

Permalink to Gus Ud Pagerwojo Sidoarjo, Wali Majdud Sejak Kecil
Gus Ud adalah wali majdub sejak kecil. Alkisah suatu hari jend. A.H Nasution diantar KH. Mahrus Ali (lirboyo) sowan ke mbah ud. Sesampai disana diberi segelas air suwuk (air yang sudah didoakan oleh mbah ud) sambil berucap: “ombehen lee, kowe ben selamet” (minumlah nak, kamu biar selamat). Dan terbukti ketika meletus insiden G-30S PKI, Jend.

Wali Paidi 40, Pergi Ke Barat Diajak Nabi Khidir

Permalink to Wali Paidi 40, Pergi Ke Barat Diajak Nabi Khidir
Berminggu – minggu sudah wali Paidi pergi entah kemana, ada yg mengatakan beliau pergi umroh, ada yg bilang beliau sedang ” bertapa ” nirakati bangsa dan negara supaya mempunyai wakil rakyat dan pemimpin yg baik, ada juga yg meyakini kalau beliau sekarang pergi bersama seorang yg misterius yg konon adalah Nabi Khidir

Wali Paidi 39, Jasadnya Menjadi Dua

Permalink to Wali Paidi 39, Jasadnya Menjadi Dua
Wali paidi tertunduk haru setelah mendengar kabar kalau kiai sepuh sakit dan harus opname dirumah sakit, dokter memutuskan kiai sepuh harus operasi tapi kiai sepuh tidak mau dioperasi Wali paidi meminta ijin kepada Allah supaya jasadnya menjadi dua, dan Allah mengabulkan permintaannya, jasadnya yg dhohir berada dirumah sedang jasadnya yg ghoib berada dirumas sakit mendampingi

Wali Paidi 38, Wali Kacangan

Permalink to Wali Paidi 38, Wali Kacangan
Wali paidi berdoa disamping makam seorang sesepuh yg bisa juga disebut sebagai kiai tapi lebih ketara seperti seorang kejawen, ngomongnya ceplas ceplos tanpa tendeng aling-aling, orang banyak menggapnya kejawen karena setiap ada orang yg mengeluhkan masalahnya pada beliau selalu dijawab dg ajaran2 jawa, bahkan sesepuh ini pernah bilang kepada wali paidi kalau dia tahu setiap

Wali Paidi 37, Pantulan Arsy

Permalink to Wali Paidi 37, Pantulan Arsy
Aku bergegas ke warungnya pak wi, guna mencari wali paidi, beliau biasanya berada diwarungnya pak wi jam segini, dan memang benar wali paidi sedang ngopi disitu. Setelah bersalaman aku duduk agak jauh dari beliau, karena kulihat ada dua orang yg sedang minta pendapat kepada beliau, kedua orang ini rapi, berpeci dan bersarung, wajahnya bersih bercahaya,

Wali Paidi 36, Wali Kacang Godog

Permalink to Wali Paidi 36, Wali Kacang Godog
Ketika wali Paidi enak- enak ngopi dan menikmati rokoknya lewatlah seorang penjual kacang godok, orang ini menjual kacang dg memakai pikulan, memakai sarung, baju taqwa dan memakai peci yg semuanya terlihat lusuh, ketika menjual kacang dia hanya diam tidak berteriak menawarkan dagangannya, kalau ada orang memanggil baru dia berhenti, kalau gak ada yg beli dia

al Qusyairi Belajar Berbagai Ilmu Kepada Nabi Khidir

Permalink to al Qusyairi Belajar Berbagai Ilmu Kepada Nabi Khidir
Nabi Khidir memilih al Qusyairi untuk diajari berbagai ilmu. Kisah ini tentang Nabi Khidir yang mengajarkan berbagai macam ilmu kepada al-Qusyairi, dengan bekal ini al Qusyairi menulis ribuan kitab yang menjadi rujukan dan pedoman bagi ulama’ sesudahnya. Tatkala Abul Qosim al-Qusyairi, baru meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu ke Bukhara. sejenak ia teringat betapa pakaian

Wali Nyentrik, KH. Hambali Abu Syujak Ar- Ruslani Lasem

Permalink to Wali Nyentrik, KH. Hambali Abu Syujak Ar- Ruslani Lasem
KH. Hambali Abu Syujak Ar- Ruslani Lasem Di pagi hari Senin, 28 Mei 2012, selang empat hari meninggalnya KH Muslim Rifai Imampuro Karanganom Klaten, dunia pesantren dikejutkan dengan meninggalnya salah satu ulama yang dikenal nyentrik dan kharismatik, yakni mbah KH. Hambali Abu Sujak Ar-Ruslani. Beliau adalah Pengasuh Pondok Bodho “Al-Frustasi” Caruban Lasem Jawa Tengah. Ribuan

Pengalaman Spiritual Syekh Abdul Qodir Jailani

Syekh Abdul Qodir Jailani mengungkapkan, “Saat Nabi Khidir As. Datang hendak mengujiku dengan ujian yang diberikan kepada para wali sebelumku, Allah membukakan rahasianya dan apa yang akan dikatakannya kepadaku. Aku berkata kepadanya, “Wahai Khidir, apabila engkau berkata kepadaku, “Engkau tidak akan sabar kepadaku”, aku akan berkata kepadamu, “Engkau tidak akan sabar kepadaku”. “Wahai Khidir, Engkau termasuk golongan Israel sedangkan aku termasuk golongan Muhammad, inilah aku dan engkau. Aku dan engkau seperti sebuah bola dan lapangan, yang ini Muhammad dan

Abah Anom Suralaya, Sulthonul Auliya Zaman Ini

Permalink to Abah Anom Suralaya, Sulthonul Auliya Zaman Ini
”Abah Anom Suralaya” Sayyid Muhammad Al-Maliki sebut Abah Anom Suralaya sebagai Sulthonul Auliya Fi Hazdaz Zaman. Kisah ini diambil dari majalah nuqthoh terbitan yang no 9 tanggal 26 januari 2010 M, hal 32 dengan judul “Mengenal Abah Anom melalui pandangan batinnya”KH. Dodi Firmansyah ditanya oleh almarhum Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani Ra padasaat 40 hari menjelang