CARA MEMBEDAKAN MANA KARUNIA ALLOH DAN MANA GODAAN IBLIS

Diposting pada

Kalau petistiwa yang kamu alami semalam itu dari karunia Alloh, kamu tak mungkin datang bertanya pada saya. Kamu pasti lebih dahulu tahu karena Alloh membuka mata hatimu ketika itu, dan kamu haqqul yakin seketika itu juga. Tetapi sebaliknya kalau bukan dari Alloh, maka pasti ada keraguan, dan kemudian menimbulkan pertanyaan dihatimu

CARA MEMBEDAKAN MANA KARUNIA ALLOH DAN MANA GODAAN IBLIS

Alkisah pernah seorang Ulama ditemui santrinya dan terjadilah dialog.

Santri : ” Wahai Guruku, semalam ketika saya sedang khusu’ berzikir tiba2 saya didatangi cahaya yang begitu terang benderang melingkupi seluruh ruangan saya.

Bulu kuduk saya berdiri. Tolong Guru beritahu saya kira2 apa yang terjadi semalam pada diri saya itu ? “

Guru : ” Cahaya ya cahaya” jawab sang Guru dengan singkat.

Santri : “Maksud saya bukankan itu satu karunia dari Alloh pada saya? ”

Guru : “Sama sekali bukan, bahkan saya pastikan itu dari Iblis”.

Santri : “Mengapa Guru bisa memastikan seperti itu? ”

Guru : “Karena kamu bertanya pada saya”.

Santri : “Maksudnya ?”

Guru : “Kalau petistiwa yang kamu alami semalam itu dari Alloh, kamu tak mungkin datang bertanya pada saya. Kamu pasti lebih dahulu tahu karena Alloh membuka mata hatimu ketika itu, dan kamu haqqul yakin seketika itu juga.

Tetapi sebaliknya kalau bukan dari Alloh, maka pasti ada keraguan, dan kemudian menimbulkan pertanyaan dihatimu. Lebih daripada itu, jika peristiwa itu dari Alloh pastilah ada perasaan bahagia dan syahdu yang luar biasa yang engkau alami.

Ketemu karunia Tuhan adalah sangat membahagiakan. Sebaliknya jika engkau mengalami ketakutan apalagi bulu kudukmu berdiri, maka pasti itu dari syaitan atau iblis”.

“Hendaknya kamu camkan wahai muridku, bahwa makin taat dan makin tinggi ilmunya seseorang, maka makin tinggi dan canggih pula cara syaitan dan iblis menggodanya”.

“Dahulu Syekh Abdul Qadir Jaelani pun pernah mengalami hal seperti kamu ini. Ketika beliau sedang berzikir tengah malam tiba2 atap rumahnya terbuka, ada sesosok makhluk berjubah serba putih sekonyong2 turun dari langit langsung duduk dihadapan beliau.

Makhluk itu memperkenalkan dirinya sebagai malaikat Jibril yang diutus oleh Alloh untuk memberi pengajaran kepada Syekh. Tapi sang Syekh ragu lalu mengucapkan ‘A’uzubillahi minasysyaetonirrojiim’ (Aku berlindung atas godaan syaetan yang terkutuk). Dan tiba2 mahluk itu terbakar hancur menjadi abu di hadapan Syekh”.

Dari penjelasan diatas maka jelaslah perbedaan mana karunia dari Alloh dan mana godaan Syaetan/Iblis terutama terhadap orang2 yang lagi khusu’ beribadah.

Makanya jangan heran banyak kemudian manusia yang mendakwa dirinya sebagai Nabi semisal Lia Eden, dsb. karena telah berhasil diajari oleh Syaetan/Iblis yang mengaku diri malaekat utusan Alloh.

# Wassalaam semoga bermanfaat