CARA MEMBEDAKAN JIN, RUH DAN MALAIKAT.

Diposting pada

Daftar Isi

MEMBEDAKAN JIN, RUH DAN MALAIKAT.

Banyak orang yang ketika kesurupan mengaku wali, ada juga yang mengaku tokoh kerajaan pada zaman dahulu. Ada juga orang yang mengklaim di dampingi leluhurnya yang sakti telah meninggal puluhan tahun yang lalu.

Begitu juga sering terjadi bagi para pejalan ruhani sering didatangi dan melihat sosok para wali dan Malaikat dengan memakai serban dan jubah sehingga sangat meyakinkan.

Jika kita tidak teliti dan tidak hati-hati maka kita akan mudah kena jebakan dan mudah percaya. Padahal antara Jin dan Ruh orang yang telah meninggal dunia itu di alam ghaib sangat jauh perbedaanya. Jika Ruh/Jiwa manusia bentuknya transparan lebih halus sehingga jika bersandar ke dinding, maka dindingnya juga masih kelihatan.

Berbeda dengan Jin yang tubuh jasadnya adalah enerji agak kasar sehingga mereka bisa menggerakan benda dan memadatkan enerjinya maka bentuk wujudnya bisa dilihat oleh kedua mata manusia. Jika bersandar di dinding maka dindingnya ketutupan tubuhnya walaupun tidak mutlak.

Sebagian orang tidak meyakini adanya Ruh orang yang sudah meninggal dunia masih di alam dunia yang disebut Ruh orang gentayangan. Ada yang menganggapnya sosok tersebut adalah Jin yang menyamar manusia. Ada juga yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah Qorin yaitu Jin yang mendampingi manusia dari sejak lahir.

Jika Qorin itu memang dari Jin maka tubuh jasadnya adalah tubuh enerji yang kasar, tetap berbeda dengan Ruh/Jiwa orang yang telah meninggal dunia. Sehingga tetap kelihatan apakah itu Jin atau Ruh orang yang mati.

Ruh/Jiwa disebut gentayangan karena menolak dibawa ke alam barzakh karena beberapa sebab antara lain memiliki dendam yang kuat, waktu hidupnya punya ilmu kesaktian, sehingga meyakini dirinya bisa terhindar dari celaka dan binasa termasuk kematian. Cinta kepada harta dan kedudukan yang sangat kuat. Memiliki ikatan cinta yang kuat dengan pasangannya dan anaknya.

BACA JUGA:  RUH MANUSIA TIDAK TERPISAH DENGAN TUHANNYA

Dengan diadakannya tahlil kematian selama tujuh malam, selamatan 40,100 harinya bisa membantu dan mendoakan ruh/Jiwa yang telah mati menyadari dirinya telah mati dan jiwanya siap pulang ke Alam Barzakh.

Jin yang kelas tinggi lebih canggih lagi, mereka bisa menciptakan baju kamuflase, dengan begitu mereka bisa menyerupai bentuk siapa saja dan mengaku-ngaku siapa saja sesuai dengan sugestinya.

Beda dengan Malaikat tubuhnya dari cahaya yang sangat terang Cahaynya tidak bisa disamai oleh Jin. sehebat-hebatnya Jin jika di alam ghaib ketika menyamar menjadi Malaikat maka kelihatan, karena Cahaya Jin dan Malaikat berbeda.

Cahaya Malaikat sangat murni bersih stabil karena mereka tidak pernah bermaksiat kepada Allah. Berbeda dengan Jin cahayanya tidak stabil, karena mereka bisa jadi Jin yang baik dan soleh, bisa juga jadi Jin yang jahat yang terpengaruh oleh hawa nafsunya.

Cahaya para Wali Allah atau manusia yang derajatnya sudah mencapi Insan Kamil lebih terang melebihi Cahaya Malaikat. Sebaliknya Cahaya manusia yang suka berbuat dosa dan maksiat maka sangat jelek hitam legam, melebihi Kegelapan Syetan.