Tanda tanda kiamat,sifat allah,bulan muharrom,syariat islam

BULAN SYA’BAN DAN KEUTAMAANNYA

Diposting pada

Oleh sebab itu Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang menghidupkan malam dua hari raya ( Idul Fitri dan Idul Adha ) dan malam pertengahan dari bulan Sya’ban, maka hatinya tidak akan mati disaat semua hati sama mati”.

Diriwayatkan dari Athaa-I bin Yasaari , bahwa dia berkata : “Tidak ada satu malam sesudah malam Qadar ( Lailatul Qadar ) yang lebih utama kecuali dari malam setengah bulan Sya’ban”.

Diriwayatkan dari Aly , bahwa beliau bersabda :
“Apabila telah datang malam setengah Sya’ban ( 15 Sya’ban ) maka berdirilah kamu sekalian pada malamnya (dirikanlah shalat) dan berpuasalah pada siang harinya, karena pada malam itu Allah turun kelangit dunia ketika matahari tenggelam seraya berfirman : “Apakah ada orang yang meminta, maka akan Aku beri permintaannya, apakah ada orang yang minta ampunan, maka akan Aku ampuni dan apa ada orang yang minta rizqi, maka Aku beri rizki ?” sehingga terbit fajar”.
Dari Abdullah bin Mas’uud dari Nabi , bahwa beliau bersabda :
“Barangsiapa mengerjakan shalat seratus raka’at dimalam pertengahan bulan Sya’ban dan tiap-tiap raka’at dia membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas lima kali, maka Allah menurunkan / mengirimkan lima ratus ribu malaikat yang tiap-tiap malaikat membawa satu daftar catatan dari nur serta mereka menulis pahal orang itu sampai hari Qiyamat.

Diriwayatkan dari Abi Nashrin bin Sa’iid dari Nabi bersabda :
“Tatkala malam tiga belas bulan Sya’ban maka datanglah Malaikat Jibril kepada saya, lalu berkata “Hai Muhammad, bangunlah ( kerjakanlah shalat ), sungguh telah datang waktu tahajjud, agar engkau bisa minta apa yang engkau kehendaki untuk umatmu”. Maka beliau mengerjakannya.
Jibril datang kepada Nabi pula ketika waktu subuh mulai memancar seraya berkata : “Hai Muhammad, sesungguhnya Allah telah memberikan kepadamu sepertiga umatmu”. Maka beliau menangis seraya berkata, “Hai Jibril, beritahukanlah kepada saya dua pertiga umatku yang lain”. Kata Jibril “Saya tidak tahu”.malaikat Jibril pun datang kepada beliau pada malam yang kedua dan berkata, “Hai Muhammad bangunlah dan tahajjudlah !” beliaupun mengerjakannya.
Kemudian malaikat Jibril mendatangi beliau pula ketika fajar dan berkata, “Hai Muhammad, sungguh Allah telah memberi kepadamu dua pertiga umatmu”.
Maka beliau menangis dan berkata, “Wahai Jibril, beritahukanlah kepadaku umatku yang sepertiga lainnya !’ kata malaikat Jibril “Saya tidak tahu”
Kemudian malaikat Jibril mendatangi Nabi pada malam “Bara’ah” dan berkata, “Hai Muhammad, kabar gembira untukmu, bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan kepadamu semua umatmu dari orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu”.
Lalu malaikat Jibril berkata, “Hai Muhammad, angkatlah kepalamu ke langit / keatas serta lihatlah apa yang engkau lihat ?”
Maka Nabi melihat keatas dan beliau lihat pintu-pintu langit terbuka, sedang para malaikat dari langit dunia sampai ke Arasy dalam keadaan sujud serta memohonkan ampunan untuk umat Muhammad dan tiap-tiap pintu langit ada satu malaikat.
Maka pada pintu pertama terdapat malaikat yang berseru, “Untung bagi orang-orang yang ruku pada malam ini”.
Dipintu kedua terdapat malaikat yang berseru, “Untung bagi orang-orang yang sujud dimalam ini”.
Dipintu ketiga terdapat malaikat yang berseru, “Untung bagi orang-orang yang berdzikir pada malam ini”.
Dipintu keempat terdapat malaikat yang berseru, “Untung bagi orang-orang yang berdo’a kepada Tuhan-Nya pada malam ini”.
Dipintu kelima terdapat malaikat yang berseru, “Untung bagi orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah pada malam ini”.
Dipintu keenam terdapat malaikat yang berseru, “Untung bagi orang-orang yang berbuat baik pada malam ini”.
Dipintu ketujuh terdapat malaikat yang berseru, “Untung bagi orang-orang yang membaca Al-Qur’an pada malam ini”.
Kemudian malaikat itu berseru, “Apakah ada orang yang minta, maka akan diberi permintaannya ?” apakah ada orang yang berdo’a, maka akan dikabulkan do’anya ?” apakah ada orang yang bertobat, maka akan diberikan tobat kepadanya ?” apakah ada orang yang minta ampunan, maka dia akan diampuni ?”

Dari siti Aisyah bahwa dia berkata, “semula saya tidur bersama Nabi , maka ketika saya terbangun, saya tidak mendapatkan Nabi , lalu saya menjadi bimbing dan saya kira beliau pulang ke salah satu isterinya pada waktu giliran saya. Lalu sayapun mencari beliau di rumah-rumah mereka dan tidak saya jumpai. Kemudian saya pergi ketempat Fathimah dan saya ketok pintunya, maka ada tegoran, “Siapa dipintu ?” jawab saya, “Saya Aisyah, saya datang kemari pada saat ini untuk mencari Nabi”. Maka keluarlah Aly, Hasan, Husein dan Fathimah radhiyallahu anhum ajma’iina.
Kata saya, “Dimana kita mencari Nabi ?” mereka menjawab, “Kita mencari beliau di mesjid-mesjid”.
Kami semuapun mencari beliau dan tidak kami dapatkan, kata Aly, “Mestinya Nabi hanyalah pergi ke Baqii’il Gharqadi (nama tempat disitu banyak pohon-pohon indah) .
Maka kami sekalian pergi ketempat rekreasi ( tempat yang mengembirakan ) dan pada waktu itu ada sinar memancar dari kuburan. Kata Aly , “Cahaya itu tidak lain kecuali Nur Nabi .
Kamipun datang mendekati dan kami dapatkan beliau sedang sujud sambil menangis dan tidak seorangpun yang merasa sama sekali, dan beliau bertekun tunduk seraya berucap dalam sujudnya
“Apabila Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka itu para hamba-Mu; dan apabila Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau itu Maha Mulia lagi Maha Bijaksana”.
Ketika Fathimah mengetahui beliau, maka dia berhenti didekat kepala beliau serta mengangkat wajah beliau dari tanah dan berkata, “Wahai ayah, apakah gerangan yang menimpa engkau; apakah ada musuh datang atau ada wahyu yang turun ?”
Beliau menjawab, “Hai Fathimah, tidak ada musuh datang dan tidak ada wahyu turun, akan tetapi pada malam ini adalah malam “Bara’ah” saya memohon kepada Allah ”.
Dan beliau berkata pula, “Hai Aisyah, kalau sekiranya hari Qiyamat telah datang, maka saya sedang bersujud dan saya bermohon kepada Allah serta mohon pertolongan”.
Kemudian Rasulullah saw bersabda : “Apabila kamu sekalian menghendaki keridhaanku, maka sujudlah kamu sekalian dan tolonglah aku dengan berdo’a dan merendah diri kepada Allah ”.
Beliau bersabda, “Hai Aly sujudlah engkau dan carilah orang lain, hai Fathimah dan Aisyah sujudlah kamu keduanya dan carilah anak-anak serta orang-orang perempuan lain”.
Maka merekapun bersujud serta menangis sehingga terbit fajar.

Hari para ahli taat, kamu sekalian lebih utama bertekun dan tunduk, karena dosamu lebih banyak; sesungguhnya mereka itu menangis untuk kepentinganmu, maka kamu lebih utama menangis untuk dirimu sendiri”. ( Raudhatul Ulama )

Diceritakan bahwa Nabi Isa berjalan-jalan; maka melihat gunung yang tinggi lalu dia pergi kegunung itu. Maka ketika itu ia berada disebuah batu besar lebih putih dari pada susu dipuncak gunung itu. Kemudian dia mengelilingi batu itu dan mengagumi keindahannya. Maka Allah memberi wahyu kepadanya, “Hai Isa, apakah engkau suka Aku tunjukan yang lebih indah lagi mengagumkan dari pada ini ?”
Nabi Isa menjawab, “Iya suka”
Maka batu besar itu pecah dan ketika itu ada seorang tua didalamnya yang mengenakan jubah bukaan muka dari rambut / bulu, dihadapannya terdapat sebatang tongkat sedang ditangannya memegang sebuah anggur dan dia sedang berdiri mengerjakan shalat.
Nabi Isa menjadi kagum seraya berkata, “Wahai Syaikh, apakah yang saya lihat ini ?”
Syaikh itu menjawab, “ini adalah rizki saya setiap hari”.
Kata Nabi Isa , “Semenjak berapa tahun engkau beribadah disini ?”
Kata orang tua itu, “Semenjak empat ratus tahun”.
Kata Nabi Isa , “Wahai Tuhanku, adakah Engkau telah menciptakan yang lebih utama dari pada orang tua ini ?”
Maka Allah memberi wahyu kepadanya, “Kalau seandainya umat Muhammad menjumpai bulan Sya’ban lalu dia mengerjakan shalat Bara’ah pada malam pertengahannya, niscaya shalat itu lebih utama dari pada ibadahnya hamba-Ku ini selama empat ratus tahun”.
Kata Nabi Isa , “Alangkah bahagianya seandainya saya termasuk umat Muhammad ”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *