Kh Maimun zubair, gus baha

Benarkah Islam di Aceh Ada Sejak Zaman Ali bin Abi Thalib? Begini kata Gus Baha

Diposting pada

Daftar Isi

Ulama asal Rembang, Gus Baha pembahasan soal masuknya Islam ke Aceh, yang konon katanya ada sejak zaman Ali bin Abi Thalib.

Lalu benarkah Islam di Aceh ada sejak zaman sahabat Ali bin Abi Thalib? Simak penjelasan Gus Baha berikut.

Dalam sebuah video yang diunggah kanal youtube Santri Gayeng, Gus Baha menyebut bahwa Islam di Aceh Indonesia merupakan yang tertua, sejak zaman Ali Bin Abi Thalib.

Pembahasan tersebut bermula saat Gus Baha mengisahkan tentang Fathu Mekah yang terjadi di tahun ke 10 Hijriah.

Murid Mbah Moen itu mengatakan bahwa hal itu disempurnakan oleh Abu Bakar As Sidhiq, dan puncaknya dikuasai Umar bin Khattab.

Ulama lulusan Ponpes Al Anwar Rembang itu mengatakan bahwa sistem negara dan kendalinya ada di tangan Umar bin Khattab sepenuhnya.

Gus Baha juga menyampaikan bahwa saat itu teman-teman Umar bin Khattab yang sudah hidup di berbagai daerah dikirimi surat.

“Ada yang zaman itu sudah di Azerbaijan dan Tajikistan,” kata Gus Baha seperti dilihat mantrasukabumi.com dari video di kanal YouTube SANTRI GAYENG pada Senin, 8 November 2021.

Daerah itulah yang nantinya menjadi daerah kelahiran Imam Bukhari yang sangat terkenal sebagai ahli hadits.

Surat tersebut berisi ajakan untuk kembali ke Mekah karena sudah aman dan ibadah di Masjidil Haram pahalanya lebih tinggi.

Beberapa sahabat yang bukan termasuk tokoh memilih kembali ke Mekah, lalu merasa bangga saat berada di Mekah.

BACA JUGA:  Gus Baha Ungkap Dirinya Sering Sholat Berjamaah dengan Bangsa Jin, Begini Pernyataan Lengkapnya

Namun, berbeda dengan sahabat-sahabat senior, salah satunya Salman Al Farisi yang mengatakan bumi tidak bisa dijadikan jaminan.

Memang benar Mekah adalah kota suci dan sholat di dalamnya pahalanya setara seribu bila dilakukan

“Tetapi kamu harus tahu, bumi itu tidak mensucikan orang, Abu Jahal itu lahirnya di Mekah kurang ajarnya di Mekah,” ujar Gus Baha.

Yang dapat mensucikan seseorang hanya amalnya. Salman Al Farisi Pun menganjurkan agar orang-orang menyebar ke seluruh penjuru bumi.

Menyebar dan mengajarkan Islam karena itu merupakan karakter para Nabi. Sejak itu tidak ada sentralisasi di Mekah.

“Kebetulan di masa Ali dan Mu’awiyah ada konflik dan berkahnya luar biasa, sahabat-sahabat yang tidak ikut campur menuju Cina,” ungkap Gus Baha.

Gus Baha mengatakan saat itu Cina sangat populer untuk dijadikan tujuan perjalanan, ketika itulah ada yang tersesat di Selat Malaka.

Ada di antara murid-murid Ali bin Abi Thalib hidup di daerah Pasai yang sekarang merupakan bagian dari Provinsi DI Aceh Indonesia.

“Sehingga Islam di Aceh itu tua sekali, karena rata-rata sejarawan yakin Islam di Aceh zaman Ali bin Abi Thalib,” pungkasnya.**