PENJABARAN ALAM MULKI DAN ALAM MALAKUT

Diposting pada

ALAM MULKI DAN ALAM MALAKUT

Alam mulki yaitu : alam yang bisa dilihat di dengar dan dirasa oleh panca indra.
Alam malakut yaitu : alam ghoib (sebaliknya alam mulki).

٭ جعلك فى العالم المتوسِّط بين ملكهِ وملكوته ليُعلِمَكَ جلالة قدرِكَ بين مخلوقاَتهِ واَنّـَكَ جَوْهَرة ٌ تَنْطوى عليكَ أصدافُ مُكَوَّناَتهِ ٭

257. “ Alloh menjadikan kamu bertempat dalam alam pertengahan antara alam mulki dan alam malakut, supaya kamu tahu tentang kebesaran kedudukanmu diantara semua makhluk, dan supaya kamu tahu bahwa engkau itu permata yang didiliputi/ditutupi oleh wadah yang berupa alam ini.”

Alam mulki yaitu : alam yang bisa dilihat di dengar dan dirasa oleh panca indra.
Alam malakut yaitu : alam ghoib (sebaliknya alam mulki).

Manusia itu dijadikan Alloh tidak melulu dari alam mulki atau dari alam malakut, tapi perkumpulan dari keduanya, pada kenyataannya Alloh menempatkan tubuh manusia berada di antara langit dan bumi (alam mulki), dan Alloh juga menjadikan Ruh manusia yang bias menyimpan macam-macamnya asror (rahasia) alam ini(alam malakut). Itu sebagai tanda keagungan kedudukan manusia yang tidak diberikan pada makhluk lainnya.

Syeih Abul Abbas Al-Mursy berkata : Isi alam ini semua bagaikan hamba/pelayan yang tunduk kepadamu hai manusia, sedangkan engkau hanya hamba Alloh ta’ala semata-mata.

Tersebut dalam kitab-kitab Alloh terdahulu Alloh berfirman : Hai anak adam, Aku jadikan segala sesuatu untukmu dan Aku jadikan engkau untukku, karena itu jangan sibuk dengan apa yang sudah pasti datang padamu, sehingga meninggalkan apa yang engkau dijadikan untuk-Nya.

Alloh berfirman : هُوالذى خلقَ لكُم ما فىالارضِ جمِيعاً Dialah Alloh yang menjadikan untuk kamu semua apa yang ada di bumi”.
Syeih Al-Wasithy menafsirkan ayat : Sungguh kami Alloh telah memuliakan anak adam”(al-isro’70). Yakni : Kami serahkan kepada mereka alam seisinya supaya mereka tidak bingung atau tertipu oleh sesuatu dan supaya manusia semata-mata beribadah /mengabdi kepada Alloh.

Langit dan bumi(alam mulki) itu tidak akan muat apabila ditempati ruh, seperti hikmah berikut ini :

٭ إنّما وَسِعكَ الكونُ من حيثُ جِسمانيَّتِكَ ولم يسَعُكَ من حيثُ ثُبُوتروحانيَّـتِكَ ٭

258. “ Sesungguhnya alam (dunia) itu dapat muat/mencukupi engkau dari sudut jasmaniyahmu semata, tetapi kalau dari sudut ruhanimu dunia tidak muat untuk kau tempati.”

Itu semua dikarenakan jasad/jasmaniyahmu itu sejenis dari alamnya bumi(mulki), dan disitulah letak hajat dan kebutuhan badan jasmanimu, sebaliknya rohaniyahmu itu sama sekali tidak sejenis dengan alam dunia ini, karena itu janganlah menggantungkan semua persoalan rohani pada dunia, seharusnyalah hanya berhubungan dengan Alloh ta’ala.

Ringkasnya : manusia itu terdiri dari dua unsur :1. Jasmaniyyah dan 2. Ruhaniyyah. jasmani dengan alam dunia itu sejenis, jadi apabila jasmani memenuhi kebutuhannya dengan apa yang ada di bumi ini maka tidak akan rusak, sebaliknya ruhani itu dengan makhluk didunia ini sangatlah berbeda dan tidak sejenis, jadi ruh itu tidaklah pantas berhubungan dengan makhluk dunia ini, akan tetapi yang pantas itu berhubungan langsung dengan tuannya yaitu Alloh Azza wajalla.

Syeih Ahmad bin khodzarowaih ketika ditanya : Amal apa yang lebih utama ? Jawabnya : Menjaga hati jangan sampai condong, menoleh kepada selain Alloh.

٭ الكاءِنُ فى الكونِ ولم تُفتحْ لهُ ميادِينُ الغُيُوبِ مسجُونٌ بِمحِيطاَتهِ ومحصوْرٌ فى هيكَلِ ذاتهِ ٭

259. “ Orang yang ada di alam dunia ini dan belum dibukakan baginya luasnya alam ghoib (malakut), ia akan tetap terpenjara oleh apa yang meliputi dirinya (syahwat, nafsu dan kebiasaan dirinya), dan akan terkepung oleh bentuk dirinya(kepentingan-kepentingan badannya).”

Apabila seseorang belum dibukakan dan belum mengetahui alam –alam rahasianya Alloh/ alam malakut, maka ruhnya akan selalu terpenjara oleh akuwan/semua makhluk, maka ia akan selalu terhijab dari Alloh, walaupun ia alim dibidang ilmu lahir, karena ilmu lahir tidak bisa mengeluarkan mereka dari penjara alam dunia.

Dalam kitab Quut Al-Qluub disebutkan : semua orang yang tidak dibukakan ilmu batin (ghoib), maka mereka golongan Ahlul yamin(kebaikan), dan orang-orang yang dibukakan ilmu batin merekalah orang yang dekat dengan Alloh.