Abah Anom Suralaya, Sulthonul Auliya Zaman Ini

Diposting pada

Daftar Isi

”Abah Anom Suralaya”

Sayyid Muhammad Al-Maliki sebut Abah Anom Suralaya sebagai Sulthonul Auliya Fi Hazdaz Zaman. Kisah ini diambil dari majalah nuqthoh terbitan yang no 9 tanggal 26 januari 2010 M, hal 32 dengan judul “Mengenal Abah Anom melalui pandangan batinnya”KH. Dodi Firmansyah ditanya oleh almarhum Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani Ra padasaat 40 hari menjelang wafatnya.

Abah Anom
Abah Anom

Kiyai muda asal Garut tersebut terperanjat saat al-‘alamah tersebut tiba2 menanyakan sosok guru yang telah menanamkan kalimat agung dilubuk hatinya. Lebih terkejut lagi saat Ulama tersebut “tercekat” sewaktu disebutkan nama Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin.

Secara sepontan Al Imam al Alim alAlamah al Arif Billah Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syeikh Muhammad al Malikial Hasni al Husaini as Syadzili Mekah menyebutkan bahwa Syekh ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin adalah Sulthonul Awliya fi hadza zaman ( RAJANYA PARA WALI ZAMAN SEKARANG ) bahkan beliaupun menyebutkan QODDASALLAHU SIRROHU bukan rodliyallohu ‘anhu seperti yang kebanyakan disebutkan oleh para ikhwan. Walaupun secara dhohir Syekh Muhammad Alawy Al-Maliki belum bertemu dengan pangersa Abah namun keduanya telah mengenal di alam ruhani yang tak dibatasi ruang dan waktu.

Karomah Abah AnomPada akhir-akhir tahun 80-an dan awal 90-an, alfaqir banyak berjumpa dengan Tuan Hj Lal Mohamad Baksh Khan, seorang rakyat Singapura kelahiran Pakistan yang tinggal lama di Indonesia di Tasikmalaya.

BACA JUGA:  KISAH KAROMAH WALIYULLAH KH SAID BIN KH ARMIA TEGAL

Beliau tergolong dalam kalangan para solihin dan ini di kuatkan lagi dengan pengakuan dari Almarhum Al-Allamah Sheikh Omar BinAbdullah Al-Khatib. Sheikh Omar memberitahu para muridnya bahwa Haji Lal ini ‘sohibul haal’ – orang yang banyak mengalami pemberian rohani dari Tuhan’.Haji Lal, ketika di Tasikmalaya, sempat berjumpa dengan Abah Sepuh (Ayahanda Abah Anom) dan banyak melihat karomah Abah Sepuh, ketika itu umurnya 13 tahunsambil menjual bunga di bandar-bandar Tasik.

Beliau juga sempat melihat zaman peralihan kepimpinanan Mursyid Thoriqah Qodiriyah Naqsyabandiyah di Pondok Pesantren Suryalaya dari Abah Sepuh ke Abah Anom.

Sedang menceritakan, suara beliau kedengaran hampir menangis sambil berkata : ”Abah Anom adalah sohibul karomat…. Ghouse, banyak sekali karomah Abah, saya melihatdengan mata saya sendiri, Ghouse…” sambil memesandan memegang bahu alfaqir.

Beliau menceritakan satu kejadian yang tidak dapat beliau lupakan hinggahari ini. Kata beliau….‘Pada waktu itu, Abah Anom sudah menggantikan Abah Sepuh, ada seorang paderi kristian yang sangat terkenal kejahatannya dengan ilmu saktinya.