Tarekot di Indonesia, Thoriqoh Khalwatiyyah

Thoriqoh Khalwatiyyah

Di Indonesia, thoriqoh ini banyak di anut oleh suku Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan, atau di tempat-tempat lain dimana suku itu berada seperti di Riau, Malaysia, Kalimantan Timur, Ambon dan Irian Barat.


Nama Khalwatiyah diambil dari nama seorang sufi ulama’ dan pejuang Makassar abad ke-17, Syaikh Yusuf al-Makassari al-Khalwati yang sampai sekarang masih sangat dihormati. Sekarang terdapat dua cabang terpisah dari thoriqoh ini yang hadir bersama. Keduanya dikenal dengan nama thoriqoh Khalwatiyah Yusuf dan Khalwatiyah Samman.
Ajaran-jaran dasar thoriqoh Khalwatiyah antara lain:

a. Yaqza: kesadaran akan dirinya sebagai makhluk yang hina dihadapan Allah SWT.

b. Taubah: mohon ampun atas segala dosa.

c. Muhasabah: menghitung-hitung atau introspeksi diri.

d. Inabah: berhasrat kembali kepada Allah.

e. Tafakkur: merenung tentang kebesaran Allah.

f. I’tisam: selalu bertindak sebagai khalifah Allah di Bumi.

g. Firar: lari dari kehidupan jahat dan keduniawian yang tidak berguna.

h. Riyadah: melatih diri dengan beramal dengan sebanyak-banyaknya.

i. Tasyakur: selalu bersyukur kepada Allah dengan mengabdi dan memujinya.

j. Sima’: mengonsentrasikan seluruh anggota tubuh dalam mengikuti perintah-perintah Allah terutama pendengaran.

Sumber: walijo.com

Tags: #Khalwatiyah

author
Penulis: 
    Pengalaman Spiritual Pendiri Tariqat Naqsyabandiyah
    Pendiri Tariqat Naqsyabandiyah adalah Syeh Bahauddin Naqshband Rahmatullah ‘alaih. Pada suatu riwayat beliau berkata:
    Asal Mula Tarekat Naqsyabandiyah
    Tarekat Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat yang luas penyebarannya, umumnya di wilayah Asia,
    Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah
    Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah Thoriqoh ini adalah sebuah thoriqoh gabungan dari Thoriqoh Qadiriyah
    Tarekat Alawiyyah Ditempuh Para Salafus Sholeh
    Tarekat Alawiyyah adalah suatu tarekat yang ditempuh oleh para salafus sholeh. Dalam tarekat

    Tinggalkan pesan "Tarekot di Indonesia, Thoriqoh Khalwatiyyah"