Tag: tasawuf

Abu Dzar al Ghiffari, Tak Ada Yang Mau Menguburkan Jazadnya

Permalink to Abu Dzar al Ghiffari, Tak Ada Yang Mau Menguburkan Jazadnya
Abu Dzar al Ghiffari , yang meninggal pada 22 Hijjri yah. Pada masanya terjadi pertikaian politik, pusat pemerintahan di pindah dari Medina ke Damascus  Syria. Abu Dzar al-Ghiffari tetap tinggal di Medina,  berpegang teguh pada al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad dalam menempuh ke zuhud annya. Diriwayatkan dari al-Sya’rani, Abu Dzar al Ghiffari , ber kata:

Imam Ghozali, Latihan Rohaniah seorang Sufi

Menurut Imam Ghozali para sufilah pencari kebenaran yang paling hakiki, jalan sufi adalah paduan ilmu dengan amal, sebagai buahnya adalah moralitas. Keistimewaan para sufi tidak mungkin tercapai  hanya dengan belajar, harus dengan ketersingkapan batin, keadaan rohaniah, serta penggantian tabiat-tabiat.

al Qusyairi, Prinsip-Prinsip Tasawuf Ahlu Sunnah

Permalink to al Qusyairi, Prinsip-Prinsip Tasawuf  Ahlu Sunnah
al Qusyairi nama lengkapnya, Abdul Karim ibn Hawazin, Lahir pada tahun 376 Hijriyyah di Istiwa, Nishapur. Di Nishapur pula ia tumbuh besar dan bertemu guru nya Abu Ali al-Daqqaq, seorang sufi terkenal . Qusyairi mempelajari Fiqih kepada Abu Bakar Muhammad bin Abu Bakar al-Thusi (meninggal 405 H), serta belajar ilmu kalam dan usul fiqih kepada Abu

Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri

Permalink to Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri
Rabiah al Adawiyyah nama lengkapnya adalah Ummul Khair Rabiah binti Isma’il al-Adawiyah al-Qisiyyah. Dia lahir di Bashrah, lalu hidup sebagai hamba sahaya di keluarga ‘Atik , Muslim yang kaya dan banyak uang . dikisahkan dari beberapa riwayat yang menghubungkan Rabiah Adawiyyah dengan Hasan al-Bashri. Tapi masalahnya Rabiah meninggal pada tahun 185 H, Hasan al-Bashri meninggal

Abu Sulaiman Darani,Tangis Cinta Seorang Sufi

Abu Sulaiman al-Darani, berasal dari Daran, Damaskus, Syria.  Yang wafat pada tahun 215 H. Abu Sulaiman al-Darani ber kata , “Tidak seorang pun bersikap asketis ( zuhud) terhadap pesona dunia ini kecuali yang ada pada kalbunya, oleh Allah, diletakkan cahaya yang membuatnya selalu terpesona oleh hal akhirat.” Dalam hal ini Abu Sulaiman al-Darani, menjadi landasan pengetahuan

al Qusyairi Belajar Berbagai Ilmu Kepada Nabi Khidir

Permalink to al Qusyairi Belajar Berbagai Ilmu Kepada Nabi Khidir
Nabi Khidir memilih al Qusyairi untuk diajari berbagai ilmu. Kisah ini tentang Nabi Khidir yang mengajarkan berbagai macam ilmu kepada al-Qusyairi, dengan bekal ini al Qusyairi menulis ribuan kitab yang menjadi rujukan dan pedoman bagi ulama’ sesudahnya. Tatkala Abul Qosim al-Qusyairi, baru meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu ke Bukhara. sejenak ia teringat betapa pakaian

Kumpulan Puisi Sufi : Fana Hulul, Kabah Qolbu, Makrifat

Permalink to Kumpulan Puisi Sufi : Fana Hulul, Kabah Qolbu, Makrifat
Kumpulan Puisi Sufi  Abu al-Mughits al-Husain bin Manshur bin Muhammad al Baidhawi Al-Hallaj Fana’ dan Hulul Duh, penganugerah bagi si pemegang karunia, Terhadap diri-Mu dan diriku begitu aku terpada, Kau buat begitu dekat diriku dengan-Mu, sehingga, Kau adalah aku, begitu kukira, Kini dalam wujud diriku menjadi sirna, Dengan-Mu aku Kau buat menjadi fana Aku yang kucinta,

Puisi Cinta Ilahi Ibnu Faridh Yang Menyentuh Qolbu

Permalink to Puisi Cinta Ilahi Ibnu Faridh Yang Menyentuh Qolbu
Puisi Cinta Ilahi Ibnu Faridh, Puisi Cinta Ilahi adalah corak dari puisi puisi dari Sufi Ibnu Faridh, Diantara banyak puisi puisi Ibnu Faridh, salah satu yang mengungkapkan ketersingkapan Kolbunya adalah: O Samiri !  Roh Makkah adalah rohku; Pujilah andaikan kau ingin bahagiakan aku;  Di situ Akrabku dan mi’raj suciku; Maqom Ibrohim tempatku dan di situ

al-Harits bin As’ad al-Muhasibi, Tahapan-Tahapan Ma’rifat

al Harits bin As’ad al-Muhasibi, berasal dari Bashra yang meninggal di Baghdad tahun 243 H. Beliau di beri gelar al-Muhasibi karena  suka melangsungkan introspeksi. Harits bin As’ad al-Muhasibi mengarang berbagai kitab yang terkenal salah satu Kitab karyanya , al-Ri’ayah li Huquq al-Insan, salah satu karya Islam yang terindah tentang kehidupan batin.

Syekh Siti Jenar : Manunggaling Kawula Gusti

Permalink to Syekh Siti Jenar : Manunggaling Kawula Gusti
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya. Di masyarakat terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar. Tidak terdapat cukup bukti bahwa