Tag: al-Junaid

Kata Kata Mutiara Sufi

Permalink to Kata Kata Mutiara Sufi
Kata Kata Mutiara Sufi : Abu Yazid Al-Busthami, Al-Junaid, Imam Syafi’i, Lukman Hakim, Imam Ghozali, Abu Ayub as-Sakhtayani, Fudlail bin Iyadl, Yahya bin Said al-Qathan, Ibnu Ruslan, Syeikh Izzuddin bin Abdussalam, Abul Hasan as-Sadzili, Abdullah bin Abbas, Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani, Abu Sulaiman, Ibnu Athaillah as-Sakandari, Siriy Assaqathi, AL-Qusyairi, Umar bin Abdul Azis, AbuSulaiman ad-Darani, dan lainnya   Kata Kata Mutiara Sufi dari Abu Yazid Al-Busthami :  Jangan tertipu dengan orang yang bisa

Harits bin Asad Muhasibi, Amal-amal Kolbu

Permalink to Harits bin Asad Muhasibi, Amal-amal Kolbu
al Harits bin Asad al-Muhasibi, berasal dari Bashra yang meninggal di Baghdad tahun 243 H. Beliau di beri gelar al-Muhasibi karena  suka melangsungkan introspeksi. Harits bin Asad Muhasibi mengarang berbagai kitab yang terkenal salah satu Kitab karyanya , al-Ri’ayah li Huquq al-Insan, salah satu karya Islam yang terindah tentang kehidupan batin. Harits bin Asad Muhasibi,

Junaid al Baghdadi Guru Para Sufi

Permalink to Junaid al Baghdadi Guru Para Sufi
Junaid al Baghdadi  Nama lengkap beliau adalah Abu al-Qasim al Junaid al Baghdadi. Junaid al Baghdadi digelari Syeikh al-Thaifah ( guru kelompok sufi). Keluarga al Junaid berasal dari Nehwand beliau lahir dan dewasa di Irak beliau berguru pada pamannya, al-Sirri al-Saqathi serta pada al-Harits ibn ‘Asad al-Muhasabi (meninggal tahun 297 H). Pendapat al Junaid yang diriwayatkan

Puisi Puisi Sufi

Permalink to Puisi Puisi Sufi
Kumpulan Puisi Sufi  Abu al-Mughits al-Husain bin Manshur bin Muhammad al Baidhawi Al-Hallaj Fana’ dan Hulul Duh, penganugerah bagi si pemegang karunia, Terhadap diri-Mu dan diriku begitu aku terpada, Kau buat begitu dekat diriku dengan-Mu, sehingga, Kau adalah aku, begitu kukira, Kini dalam wujud diriku menjadi sirna, Dengan-Mu aku Kau buat menjadi fana Aku yang kucinta,

Tajalli, Melihat Tuhan Tampak secara Nyata

Permalink to Tajalli, Melihat Tuhan Tampak secara Nyata
Tajalli , Setiap melaksanakan ibadah khususnya pada waktu sholat, bila tidak disertai perasaan, “seperti sungguh-sungguh” melihat Allah swt, maka ibadah itu tidak tergolong dalam katagori ibadah yang ihsan (baik). Allah SWT. berfirman :“Sesungguhnya (Sholat) itu memang berat kecuali bagi mereka yang khusyu yaitu mereka yang yakin akan berjumpa dengan Tuhan mereka, dan sesungguhnya mereka akan