Dzikir Lisan Menuju Makrifat Kepada Allah swt

Permalink to Dzikir Lisan Menuju Makrifat Kepada Allah swt
Sebelum baca dzikir lisan lebih baik baca dulu artikel dengan judul Proses Berdzikir karena Dzikir Lisan adalah sambungan dari Proses Ber dzikir . Dzikir yang dilakukan oleh lisan, diucapkan oleh mulut, yang di suarakan baik dengan suara yang nyaring ataupun pelan. Lafal yang dibaca dalam berdzikir berupa bacaan yang intinya permintaan maaf kepada Sang Khalik. Dengan

Inilah Bacaan Dzikir Nafas Yang Sebenarnya

Permalink to Inilah Bacaan Dzikir Nafas Yang Sebenarnya
Dzikir Nafas Maksudnya adalah Dzikir yang beriringan dengan irama nafas, melaksanan dzikir ketika menghirup dan menghembuskan nafas tanpa melambatkan atau mempercepat irama nafas, sebab jika melambatkan atau mempercepat irama nafas maka akibatnya sangat berbahaya bagi tubuh. Sebelum melaksanakan Dzikir Nafas harus benar-benar menguasai Dzikir Lisan, jika Anda belum membaca Dzikir Lisan sebaiknya Anda Membacaya dahulu

Qusyairi diajari Berbagai Ilmu oleh Nabi Khidir

Permalink to Qusyairi diajari Berbagai Ilmu oleh Nabi Khidir
Kisah ini tentang Nabi Khidir yang mengajarkan berbagai macam ilmu kepada al-Qusyairi, dengan bekal ini al Qusyairi menulis ribuan kitab yang menjadi rujukan dan pedoman bagi ulama’ sesudahnya. Tatkala Abul Qosim al-Qusyairi, baru meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu ke Bukhara. Sejenak ia teringat betapa pakaian yang dikenakannya terkena percikan najis saat ia bekerja membantu

Suluk Tasawuf Sunan Bonang

Permalink to Suluk Tasawuf Sunan Bonang
Sunan Bonang merupakan ulama’, beliau juga ahli dalam ilmu tasawuf, suluk, falaq, sastra, musik gamelan dan seni pertunjukan. Beliau menguasai beberapa bahasa, diantaranya, Arab Persia, Melayu dan Jawa Kuno.  Sebagai seorang penyair sufi, Sunan Bonang menulis Suluk-suluk yang mengungkapkan pengalamannya menempuh

Asmaul Husna 61 – 80

Permalink to Asmaul Husna 61 – 80
Asmaul Husna 61 – 80 61. AL MUHYIY Artinya : Dzat yang memberi kehidupan, yaitu menghidupkan dan memberi kehidupan kepada makhlukNya. Dan makhluk yang hidup tidak akan bisa hidup lebih lama tanpa diberi kehidupan oleh Allah. Maka dari itu, hidup dan kehidupan yang ada pada makhluk ada hubungan yang sangat erat. Keutamaannya : a. Bisa

Syeh Jangkung, Dilarung Ke Laut Selama Sewindu

Permalink to Syeh Jangkung, Dilarung Ke Laut Selama Sewindu
Saridin (Syeh Jangkung) di sebut-sebut sebagai putra Sunan Muria dengan istri yang bernama Dewi Samaran. Versi lain menyebutkan bahwa nama asli beliau adalah Raden Syarifudin putra dari Raden Singa Parna (Syeh Syafi’i) bersama ibu Robi’ah Attaji (Sekar Tanjung). Seperti dalam penafsiran Pondok Pesantren yang terletak di sekitar area makam. 

Rahasia Surat Yassin Ayat Ke 58

Permalink to Rahasia Surat Yassin Ayat Ke 58
Barang siapa yang membaca YAASIN sepenuhnya dan pada ayat ke 58 surah tersebut 'SALAAMUN QAULAN MIN RABBIN RAHIM' diulang sebanyak 7 kali untuk 7 niat baik, In shaa Allah dengan izin Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, semua hajat kita akan dikabulkan.

Wali Qutub Wilayah Indonesia, Siapa Beliau ?

Permalink to Wali Qutub Wilayah Indonesia, Siapa Beliau ?
secara ringkat tingkatan aulia qutb terbagi 3 pertama adalah qutb wilayah yaitu aulia yang menjadi pemimpin di suatu wilayah tertentu misal qutb wilayah jakarta, qutb wilayah jawa, qutb wilayah kalimantan, dll kedua adalah qutb zaman yaitu aulia yang menjadi pemimpin para qutb wilayah ketiga adalah qutb aulia yaitu yang menjadi pemimpin semua aulia

Karomah Karomah Dzun nun al-Misri

Permalink to Karomah Karomah Dzun nun al-Misri
Pengarang kitab al-Risalah al-Qusyairiyyah bercerita bahwa Salim al-Maghriby menghadap Dzun nun dan bertanya “Wahai Abu al-Faidl!” begitu ia memanggil demi menghormatinya. “Apa yang menyebabkan Tuan bertaubat dan menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah Swt?“ “Sesuatu yang menakjubkan, dan aku kira kamu tidak akan mampu.” Begitu jawab al-Misri seperti sedang berteka-teki.

Tingkatan Maqom Wali

Permalink to Tingkatan Maqom Wali
Maqom Wali Allah ada beberapa tingkatan  yang berbeda-beda. Berikut  Tingkatan Maqom Wali atau Aulia Allah dari kitab Jami’u Karomatil Aulia: 1. Wali Qutub:  dalam waktu 1 abad hanya 1 Orang yang berada dalam maqom ini 2. Maqom Aimmah:  dalam kurun waktu  1 Abad hanya ada 2 orang wali 3. Maqom Autad:  dalam 1 Abad 4 Orang wali, mereka berada