Nabi Khidir Hadir, Saat Nabi Muhammad Wafat, 1

Ibnu Mash’ud berkata: “Ketika Rosullullah saw telah mendekati ajalnya, beliau mengumpulkan kami sekalian dikediaman ibu kita Siti Aisyah, kemudian beliau memperhatikan kami sekalian sehingga berderrailah air matanya dan bersabda: “Selamat datang bagi kamu sekalian dan mudah-mudahan kamu sekalian dibelas kasihani oleh Allah, saya berwasiat agar kamu sekalian bertaqwa kepada Allah serta mentaatiNya. Sungguh telah dekat hari perpisahan kita dan telah dekat pula saat hamba yang dikembalikan pulang kepada Allah ta’ala dan menemui surgaNya. Kalau sudah datang saat ajalku, hendaklah Aly yang memandikan,

nabi Muhammad

image viva.co.id

Fadhal bin Abas yang menuangkan air, dan Usamah bin Zaid yang menolong keduanya, kemudian kafanilah aku dengan pakaianku sendiri, bila kamu sekalian menghendaki, atau dengan kain Yaman yang putih; Kalau kamu sekalian memandikan aku, maka taruhlah aku diatas balai tempat tidurku dirumahku ini, dekat dengan lobang lahatku. Sesudah itu keluarlah kamu sekalian barang sesaat meninggalkan aku. Pertama-tama yang mensholati aku ialah Allah Aza wajalla, kemudian malaikat Jibril, kemudian malaikat Isrofil, malaikat Mikail, kemudian malaikat Izroil dan beserta para pembantunya, selanjutnya semua para malaikat. Sesudah itu masuklah kamu sekalian dengan berkelompok-kelompok dan lakukan sholat untukku.”

Setelah mereka mendengarkan ucapan perpisahan Nabi Muhammad saw, mereka para sahabat menjerit dan menangis seraya berkata, “Wahai Rosullullah, Engkau adalah seorang Utusan untuk Kami sekalian , menjadi kekuatan dalam pertemuan Kami dan sebagai penguasa yang mengurus perkara Kami, bila mana Engkau telah pergi dari Kami, kepada siapakah Kami kembali dalam segala persoalan?”
Rosullullah bersabda,”Telah kutinggalkan kamu sekalian pada jalan yang benar dan diatas jalan yang terang dan telah kutinggalkan pula untuk kamu sekalian dua penasehat yang satu pandai bicara yang satunya diam saja, yang pandai bicara adalah al-Qur’an dan yang diam adalah ajal atau kematian. Apabila ada persoalan yang sulit bagimu, maka kembalilah kamu sekalian kepada Al-Qur’an dan kepada sunnah. Dan kalau hati kamu keras membatu maka lunakkan dia dengan mengambil tamsil ibarat dari hal ihwal mati.
Sesudah itu maka Rosullullah saw menderita sakit mulai akhir bulan Shafar selama delapan belas hari. Para sahabat pun menengok silih berganti. Sedang penyakit yang diderita mulai hari pertama sehingga akhir hayatnya ialah pusing kepala.
Rosullullah mulai menjadi Rosullullah pada hari senin dan wafat juga pada hari senin. Tatkala pada hari senin, penyakit beliau bertambah berat. Maka setelah Bilal selesai adzan subuh, dia pergi menghampiri pintu rumah Rosullullah saw sambil mengucapkan salam, “Assalamu alaika ya Rosullullah!” Siti Fatimah menjawab, “ Rosullullah masih sibuk dengan dirinya sendiri” Bilal terus kembali masuk ke Masjid, dia tidak memahami kata-kata Fatimah. Ketika waktu subuh makin terang, Bilal datang lagi menghampiri pintu rumah Rosullullah saw dan salam seperti semula. Rosullullah mendengar suara Bilal itu, maka beliau bersabda: ‘’ Masuklah hai Bilal, aku masih sibuk terhadap diriku sendiri dan penyakitku rasanya bertambah berat. Maka suruhlah Abu Bakar agar sholat berjamaah dengan orang-orang yang hadir. Bilalpun keluar sambil menangis dan meletakkan tangannya diatas kepala, sambil mengeluh, “Aduh musibah, susah, terputus harapan, telah habis hilang tempat tujuan, andaikata ibuku tidak melahirkan aku.”
Bilal terus masuk masjid dan berkata,”Hai sahabat Abu Bakar, sungguh Rosullullah menyuruh engkau agar sholat bersama-sama dengan orang yang hadir, karena Beliau sibuk mengurusi dirinya yang sedang sakit. Ketika Abu Bakar melihat mihrab (tempat sholat imam) kosong dan Rosullullah tidak hadir, maka Abu Bakar menjerit keras sekali dan jatuh tersungkur karena pingsan. Maka ributlah kaum muslimin, sehingga Rosullullah mendengar keributan mereka, dan bertanya kepada Fatimah, “Hai Fatimah mengapa pagi ini, dan apakah keributan di sana itu?” Siti Fatimah menjawab, “Keributan di sana itu ialah kaum muslimin sendiri , karena engkau tidak hadir”. Maka Rosullullah saw memanggil Ali dan Fadhan bin Abbas, lalu beliau bersandar kepada keduanya dan keluar rumah menuju masjid lalu sholat bersama-sama dengan mereka dua rekaat. Selesai sholat beliau berpaling ke belakang dan bersabda, ”Hai kaum muslimin, Kamu semua dalam pemeliharaan dan pertolongan Allah, oleh sebab itu bertaqwalah kepada Allah serta mentaatinya, maka sesungguhnya saya akan meninggalkan dunia ini. Dan di hari ini hari pertamaku di akhirat dan hari terakhir bagiku di dunia”.
Lalu Rosullullah saw berdiri dan pulang ke rumahnya. Kemudian Allah ta’ala memberi perintah kepada malaikat kematian, ”Turunlah Engkau kepada KekasihKu dengan sebaik-baiknya bentuk, dan lakukan dengan halus dalam mencabut ruhnya, kalau dia mengijinkan kamu masuk, masuklah dan kalau tidak mengijinkan maka janganlah masuk dan kembalilah”.
Maka malaikat kematian pun turun dengan bentuk seperti orang Arab Baduwi desa, seraya mengucapkan salam, “Assalamu ‘alaikum ya ahlal baiti nubuwwati wa ma’danir risalati adkhulu?(mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu sekalian, wahai penghuni rumah kenabian dan sumber risalah, apakah saya boleh masuk?) ”
Maka Rosullullah saw mendengarkan suara malaikat kematian itu dan bersabda, “Hai Fatimah, siapa yang berada di pintu?” Siti Fatimah menjawab, “Seorang Arab Baduwi yang memanggi dantelah aku katakan bahwa Rosullullah sedang sibuk menderita sakitnya, kemudian memanggil lagi yang ketiga kali seperti itu juga, makadia memandang tajam kepadaku, sehingga menggigil gemetar badanku, terasa takut hatiku dan bergeraklah sendi-sendi tulangku seakan-akan hampir berpisah satu sama lainnya serta berubah menjadi pucat warnaku, Rosullullah saw bersabda, “Tahukah engkau wahai Fatimah, siapa dia” Siti Fatimah menjawab, “Tidak” Rosullullah bersabda, “Dia adalah Malaikat yang mencabut segala kelezatan, yang memutus segala macam nafsu syahwat, yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan keadaan kuburan.”
Maka menangislah Siti Fatimah, dengan tangisan yang keras sekali sambil berkata, “ Aduhai celaka nantinya, sebab kematiannya Nabi yang terakhir, sungguh merupakan bencana besar dengan wafatnya orang yang paling taqwa, terputusnya dari pimpinannya para orang-orang yang suci serta penyesalan bagi kami sekalian karena terputusnya wahyu dari langit, maka sungguh saya terhalang mendengarkan perkataan engkau, dan tidak lagi bisa mendengarkan salam engkau sesudah hari ini” Kata Rosullullah, “Jangan Engkau menangis Fatimah, karena sesungguhnya, engkaulah dari antara keluargaku yang pertama berjumpa dengan aku”

Baca:  Saat Rasulullah Menghembuskan Nafas Terakhir

Bersambung >> [>>]  Next Page

Tags: #nabi muhammad #Rosullulah #Rosullullah Wafat

Nabi Khidir Melayat Rosullullah
“Masuklah Engkau Malaikat Kematian, Maka Malaikat Kematianpun masuk sambil mengucapkan salam, “Assalamu ‘alaika
Saat Rasulullah Menghembuskan Nafas Terakhir
Saat Rasulullah Menghembuskan Nafas Terakhir, Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa
  1. author

    zack7 tahun ago

    subhanalloh, Ya habiballoh sungguh mulia dirimu di saat ajal menjemput kau masih memikirkan ummatnya,mudah2an kita mendapatkan syafaatnya . Amiin

    Balas
  2. author

    tsunami jepang7 tahun ago

    semoga sariat islam akan ditegakan,ada pemimpin islam sesuai ajaran bukan mengakui nabi setelah engkau wahai kekasih ALLAH,izinkan kami dan berkahi kami wahai baginda rasul

    Balas
  3. author

    syaffa reo7 tahun ago

    Yaa Mudaawilulaluum…… Salamun ‘alaik yaa Nabiyullah khaidir as.. Salamun ‘alaik yaa Rasuulillah… ,tajul khalwatiyah.*

    Balas
  4. author

    Mahameru7 tahun ago

    Allohumma sholli wassalim’ala sayyidina MUHAMMAD, ya sayyidi.. ya Nabiyulloh Khidir alaihi salam…”

    Balas
  5. author

    DIKI'S7 tahun ago

    sungguh bergetar hatiku membacanya… apalagi saat-saat sakaratulmaut rasulullah, kekasih allah pun merasakan sakitnya..apalagi kita?? allahuakbar!! jika memang keberadaan nabi khidir as ada disaat itu..wallahuallam hanya allah SWT yang tahu keberadaannya…
    Cuma, kenapa dimasa rasulullah,SAW tidak pernah membahasnya??

    Balas
  6. author

    Abd.m.lubis7 tahun ago

    Ya Allah berikanlah hidayah,ampunan,syurgamu,kebahagiaan dunia akhirat bagi yg menulis artikel ini,Demi Allah saya benar2 menangis membaca tulisan anda semoga rahmat dan hidayah Allah selalu bercucuran utk anda. Amiin ya robbal’alamiin.

    Balas
  7. author

    AzzaM7 tahun ago

    Subhanalloh… Artikel yg sgt bagus…. Saya bacanya Smp mo nangis…dan bergetar hati ini….

    Balas
  8. author

    subki7 tahun ago

    Ya Allah… jadikanlah hambamu ini orang yang selalu menyebut nama-Mu dan selalu mencintai Rasul-mu yang Agung Muhammad Rasulullah SAW

    Balas
  9. author

    am6972997 tahun ago

    subkhanallah….alhamdulillah…astaghfirullah…

    Balas
  10. author

    Agus7 tahun ago

    Terimakasih., semoga ini menjadikan kita semkin beriman menuju pencerahan hidup di bumi ini

    Balas
  11. author

    junedi abdulfatah7 tahun ago

    Subhanallah, walhamdulillah, walaa’ilaaha’illallah wallahu’akbar…..semoga Allah menempatkannya di tempat yang tinggi.

    Balas
  12. author
    Penulis

    Walijo6 tahun ago

    Rasulullah bersabda; “Telagaku itu sepanjang perjalanan sebulan dan sudut-sudutnya sama. Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dari kasturi, dan pundi-pundinya seperti BINTANG – BINTANG Di Langit. Siapa yang minum dari telaga itu tidak akan haus selamanya.” (HR. Bukhari-Muslim)

    Balas
  13. author

    adit6 tahun ago

    jalek

    Balas
  14. author

    [email protected]6 tahun ago

    Sungguh kemuliaan hanya milik Allah.Dan rosulnya membagi jalan yang benar buat kita.

    Balas
  15. author

    ahmad trimo5 tahun ago

    terimakasih atas ilmunya saudaraku,semoga terbalas kebaikan anda

    Balas
  16. author

    basuki5 tahun ago

    subhaanalloh….!

    Balas
  17. author

    basuki5 tahun ago

    Subhanallah, walhamdulillah, walaa’ilaaha’illallah wallahu’akbar

    Balas
  18. Doa-Doa Yang Dikabulkan - - Walijo dot Com5 tahun ago

    […] Abi Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah saw: Tiga do’a yang diijabah, tidak ada keraguan padanya: Do’a orang yang dizhalim, do’a orang […]

    Balas

Tinggalkan pesan "Nabi Khidir Hadir, Saat Nabi Muhammad Wafat, 1"