Imam Ghazali, Sufi Sunni

Ada beberapa Artikel yang membahas tentang Imam Ghazali, untuk sedikit memahami pemikiran dan meraba pengetahuan beliau yang sangat luas.

Dengan begitu, arah menuju Allah adalah obat yang menyembuhkan Imam Ghozali, katanya: “Penyakit ini pun semakin merajalela. Dan hampir selama berbulan-bulan, dipaksa oleh kondisi yang ada dan bukannya berdasarkan logika sehat, aku berada dalam jalur kaum sufi. Keadaan itu berlangsung sampai Allah menyembuhkan  sakit ku tersebut, sampai jiwaku pun kembali sehat maupun moderat lagi. Hasil daya pikir pun kembali bisa diterima dan dipercaya, penuh rasa aman serta yakin. Dan kesemuanya itu bukanlah karena adanya dalil yang teratur rapi  serta kata yang tersusun benar, tapi karena adanya cahaya yang diturunkan Allah dalam kalbu, yaitu cahaya yang menjadi kunci kebanyakan pengetahuan. Jelasnya, barangsiapa mengira bahwa kasyf hanya tergantung pada dalil-dalil semata, maka dia telah mempersempit karunia Allah yang luas.”

Dari kerendahan taqlid menuju pada ketinggian wawasan, seperti ungkapan Imam Ghozali berikut,: “Ilmu yakin (al-‘ilm al-yaqini)-lah yang menyingkapkan apa yang diketahui, sehingga denganya tidak ada lagi keraguan serta tidak dibarengi kemungkinan keliru maupun ilusi belaka.

Dalam karya Imam Ghazali al-Munqidz min al-dhalal, serta dalam Ihya’ ‘Ulumuddin , Imam Ghozali mengkritik para teolog dan filosof. Imam Ghozali berpendapat bahwa para sufi adalah para pencari kebenaran yang hakiki, menurut Imam Ghozali ilmu yang mereka capai  bisa mematahkan hambatan-hambatan jiwa serta membersihkan moral ataupun sifatnya yang buruk dan tercela, sehingga mengantarkanya pada keterbebasan kalbu dari segala sesuatu yang selain Allah serta menghiasinya dengan ingat pada Allah.

Kemudian Imam Ghozali mulai menjalani kehidupan Asketis, ibadah, penyempurnaan rohani serta moral, dan pendekatan diri kepada Allah. Tahun 488 Imam Ghozali menunaikan ibadah haji, selesai berhaji Imam Ghozali pergi ke Syam dan tinggal di Damaskus, dari sini Imam Ghozali pergi ke Baitul Maqdis untuk beribadah. Dikisahkan juga Imam Ghozali pergi ke Iskandariah dan tinggal untuk beberapa lama. Kemudian Imam Ghozali pergi ke Thus untuk menulis karya-karyanya. Imam Ghozali juga sempat mengajar kembali di al-Nizamiah namun Imam Ghozali meninggalkan perguruan itu untuk pulang ke Thus mendirikan khanaqah bagi para sufi dan madrasah. Imam Ghozali menghabiskan sisa hidupnya dengan mengkhatamkan al-Qur’an, bertemu para sufi dan mengajar sampai dia menghadap Tuhannya. Imam Ghozali meninggal hari senin 14  jumadil Akhir tahun 505 H.

Sumber: Walijo.com

Tags: #al-Ghozali #wali

  1. author

    WP Themes8 tahun ago

    Good fill someone in on and this fill someone in on helped me alot in my college assignement. Thanks you on your information.

    Balas
  2. author

    Siti8 tahun ago

    Salam, Sakit mata tengok iklan blackberry tu. Harap dapat dibuang.

    Balas

Tinggalkan pesan "Imam Ghazali, Sufi Sunni"