Fudhail bin Iyadh, Kisah Hidup Sang Sufi

Fudhail bin Iyadh berasal pula  dari Khurasan dan meninggal di Mekkah Saudi Arabia, tahun pada 187 H. Sebelumnya Fudhail ibn ‘Iyadh adalah per4mpok dan bertaubat, dan kemudian menjauhi duniawi.

Fudhail bin Iyadh pernah berkata, “Andaikan dunia dengan isinya ditawarkan kepadaku. Pasti aku akan menilainya sebagaimana kalian menilai bangkai yang akan mengotori baju ketika kalian melewatinya.”fudhail bin iyadh

Mengenai Riya’, Fudhail bin Iyadh ber kata, “Membiarkan amal demi manusia adalah riya’. “ Tentang Ma’rifa Fudhail  berpendapat, “Orang yang patut menerima keridhoan Allah adalah yang mengenal Allah.  

Dan tentang Zuhud Beliau, berkata: “Sumber zuhud adalah keridhoan Allah.”

Mungkin Fudhail  adalah kalangan zuhud pertama yang menekankan lebih pentingnya pembinaan batin daripada hanya menampakkan diri dengan lahiriah ibadah.

Tentang hal ini Fudhail berkata, “Menurut kamu, seorang anak tidak jadi matang kepribadiannya hanya karena banyak puasa atau sholat. Tapi harus karena kedermawanan jiwanya, kelapangan dadanya, dan saran-sarannya kepada orang banyak.”

Sebagaimana pendapat-pendapat Fudhail bin Iyadh yang dikemukakan al-Sulami. Menunjukkan pemahamannya yang mendalam tentang  zuhud, pembinaan jiwa, dan perlunya berhias diri dengan keutamaan-keutamaan.

Baca:  Ilmu Laduni Nabi Khidir

Sufi sufi besar yang menjadi murid beliau Diantaranya Sufyan Ats-tsaury, Sufyan bin ‘Uyainah, Asy-syafi’i, Ibnu Al-mubarok, Al-humaidy, Yahya bin Al-Qaththan, Abdrurrahman bin Mahdi, Qutaybah bin Sa’id, dan Bisyr Al-hafy.

Kisah Fudhail bin Iyadh Perampok Yang Taubat

Ali bin Khasyram berkata, “Seorang tetangga al-Fudhail bin Iyadh menceritakan, dahulu al-Fudhail bin Iyadh mer4mpok sendirian. Suatu malam ia keluar untuk mer4mpok, ternyata ia mendapati suatu kafilah yang kemalaman di jalan seorang di antara mereka berkata kepada yang lainnya, “Mari kita kembali ke kampung itu, karena di hadapan kita ada seorang per4mpok yang bernama al-Fudhail.’

Ketika al-Fudhail mendengar perkataan itu, ia menjadi gemetar lalu berkata, “Wahai kaum, aku adalah al-Fudhail yang kalian omongkan. Silahkan lanjutkan perjalanan. Demi Allah, aku akan berusaha untuk tidak bermaksiat kepada Allah selamanya. Lalu ia kembali dari jalan yang pernah ia tempuh.”

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah hidup beliau..

Sumber: Walijo.com

Tags: #ibn ‘Iyadh #makrifat

Kata Kata Mutiara Sufi
Kata Kata Mutiara Sufi : Abu Yazid Al-Busthami, Al-Junaid, Imam Syafi’i, Lukman Hakim, Imam Ghozali, Abu Ayub as-Sakhtayani, Fudlail bin
Syaikh Abdul Qadir Al Jilani Menaklukkan Iblis
Syaikh Abdul Qadir Al Jilani dan Menaklukkan Iblis Telah di ceritakan di dalam sebuah
Ibrahim Ibnu Adham, Putra Raja Yang Menjadi Sufi
Ibrahim Ibnu Adham , Adalah zuhud angkatan awal. Ibrahim Ibnu Adham putra raja dari
Harits bin Asad Muhasibi, Amal-amal Kolbu
al Harits bin Asad al-Muhasibi, berasal dari Bashra yang meninggal di Baghdad tahun

Tinggalkan pesan "Fudhail bin Iyadh, Kisah Hidup Sang Sufi"