Kategori: Sufi

al Qusyairi, Prinsip-Prinsip Tasawuf Ahlu Sunnah

Permalink to al Qusyairi, Prinsip-Prinsip Tasawuf  Ahlu Sunnah
al Qusyairi nama lengkapnya, Abdul Karim ibn Hawazin, Lahir pada tahun 376 Hijriyyah di Istiwa, Nishapur. Di Nishapur pula ia tumbuh besar dan bertemu guru nya Abu Ali al-Daqqaq, seorang sufi terkenal . Qusyairi mempelajari Fiqih kepada Abu Bakar Muhammad bin Abu Bakar al-Thusi (meninggal 405 H), serta belajar ilmu kalam dan usul fiqih kepada Abu

Imam al Ghazali Sepintas Tentang Tauhid, Mukasyafah, Hulul

Permalink to Imam al Ghazali Sepintas Tentang Tauhid, Mukasyafah, Hulul
Imam al Ghazali memiliki karya yang sangat terkenal, yaitu Ihya’ Ulumuddin, sel ain itu dia pula mempunyai karya yang lain: “Munqid min Dhalal, Maqashid Falasifah, Tahafut Falasifah, Iqtishad fi I’tiqad, Jam Awam’an ‘Ilm Kalam, Mi’yar ‘Ilm, Al-Mustashfa (ushul Fiqh), Minhaj “Abidin, Kimia’ Sa’adah, Risalah Laduniyyah, Misykat al-Anwar, Madhmun bih ‘ala Ghair Ahlil, Maqshid Asna fi

Malik bin Dinar Dikejar Ular Besar

Permalink to Malik bin Dinar Dikejar Ular Besar
Malik bin Dinar, yang meninggal pada 131 H. Ibn Khallikan menulis sebagai berikut:  “Malik bin Dinar adalah ilmuwan yang zuhud dan rendah hati. Dia adalah seorang yang suka merendah dan tidak mau makan kecuali dari hasil kerjanya sendiri. Dan kerjanya adalah menulis mushaf dengan upah.” Malik bin Dinar Ber kata :  ” Barang siapa menyertai

Syeh Sirri Saqoti dan Tuhfah Seorang Wanita Sufi

Permalink to Syeh Sirri Saqoti dan Tuhfah Seorang Wanita Sufi
Syeh Sirri Saqoti merupakan murid dari Ma’ruf al-Kurkhi, Syeh Sirri Saqoti adalah imam masjid Baghdad, yang meninggal tahun 257 H. Syeh Sirri Saqoti berkata, “Kekuatan paling dahsyat ialah hendaknya kau mampu mengendalikan dirimu. Dan barang siapa tidak mampu mengendalikan dirinya, niscaya dia lebih tidak mampu mengendalikan orang lain.” Dan Syeh Sirri Saqoti pula, “Aku tidak

Dzun Nun al Mishri, Perjalanan Spiritual

Permalink to Dzun Nun al Mishri, Perjalanan Spiritual
Dzun Nun al Mishri , lahir di Akhwim kawasan Mesir Hulu tahun 155 H meninggal pada tahun 245 H. Menurut beberapa riwayat, Dzun Nun al Mishri adalah seorang sufi yang terkenal dengan keluasan ilmunya, kerendahan hatinya, dan budi pekertinya yang baik. Dzun Nun al Mishri cenderung mengaitkan ma’rifat dengan syari’at, seperti katanya berikut: ” Tanda

Syekh Ahmad Rifai Sang Wali Qutub

Permalink to Syekh Ahmad Rifai Sang Wali Qutub
Syekh Ahmad Rifai berasal dari kabilah Arab, yaitu Bani Rifa’ah dikawasan al-Bathaih, Syekh Ahmad Rifai meninggal dunia tahun 578 H di Batha’ih pula. Tariqot Rifa’iyyah tersebar luas ke berbagai kawasan Islam dan sampai sekarang tetap berkembang di Mesir maupun dunia Islam lainnya. Toriqot Rifaiyyah juga berkembang di wilayah Indonesia. Mengenai Syekh Ahmad Rifai , Ibnu Khallikan

Puisi Puisi Sufi

Permalink to Puisi Puisi Sufi
Kumpulan Puisi Sufi  Abu al-Mughits al-Husain bin Manshur bin Muhammad al Baidhawi Al-Hallaj Fana’ dan Hulul Duh, penganugerah bagi si pemegang karunia, Terhadap diri-Mu dan diriku begitu aku terpada, Kau buat begitu dekat diriku dengan-Mu, sehingga, Kau adalah aku, begitu kukira, Kini dalam wujud diriku menjadi sirna, Dengan-Mu aku Kau buat menjadi fana Aku yang kucinta,

Ibn Faridh, Kumpulan Syair Yang Menyentuh Qolbu

Permalink to Ibn Faridh, Kumpulan Syair Yang Menyentuh Qolbu
Ibn Faridh, Kumpulan Syair Yang Menyentuh Qolbu. Beliau merupakan sufi yang pandai bersyair, syair syairnya merupakan ungkapan perasaan cintanya kepada Ilahi. Cinta Ilahi inilah yang menjadi corak utama dari Sufi Ibnu Faridh, Diantara banyak puisi puisi Ibnu Faridh, salah satu yang mengungkapkan ketersingkapan Kolbunya adalah: O Samiri !  Roh Makkah adalah rohku; Pujilah andaikan kau

Kisah Wafatnya Imam Syafii

Permalink to Kisah Wafatnya Imam Syafii
Wafatnya Imam Syafii , Pada suatu hari, Imam Syafi’i terkena wasir, dan tetap begitu hingga terkadang jika ia naik kendaraan darahnya mengalir mengenai celananya bahkan mengenai pelana dan kaus kakinya. Wasir ini benar-benar menyiksanya selama hampir empat tahun, ia menanggung sakit demi ijtihadnya yang baru di Mesir, menghasilkan empat ribu lembar. Selain itu ia terus mengajar,

Rabiah Adawiyah Cahaya di Atas Kepalanya

Permalink to Rabiah Adawiyah Cahaya di Atas Kepalanya
Rabiah Adawiyah setiap malam selalu berbadah kepada Allah, Pada suatu malam majikan Rabiah terbangun dan melihat Rabiah sedang bersujud dan berdoa. “Ya Allah, hatiku sangat ingin mentaati-Mu dan ingin rasanya ku habiskan seluruh hidupku ini hanya untuk beribadah kepada-Mu, kalaulah aku dapat berbuat semauku. Tak ingin rasanya aku meninggalkan ibadah ini, namun apa daya, aku