Kategori: Kisah Nabi Khidir

Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir

Permalink to Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir
Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir. Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya. Wali Paidi berjalan perlahan mendekati orang gila tersebut, dan kira-kira setelah jarak Wali Paidi dan orang gila itu berjarak 10 meteran orang gila tersebut berkata dengan masih makan dan minum. “ Gak usah heran Di,

Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi

Permalink to Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi
Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi. Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan Wali Paidi, tanpa di komando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari Wali Paidi dan Gohell. Mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu

Wali Paidi 8, Bertemu Nabi Khidir

Permalink to Wali Paidi 8, Bertemu Nabi Khidir
Wali Paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan. Lupa akan makan dan minum, Wali Paidi pingin menghindari orang orang yg mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yang memanggilnya Gus, memanggilnya kiai bahkan ada yg terang-terangan menggangilnya sang Wali. Kehidupan Wali Paidi sekarang tampak ramai, ada saja orang yg

Nabi Khidir Melayat Rosullullah

Permalink to Nabi Khidir Melayat Rosullullah
“Masuklah Engkau Malaikat Kematian, Maka Malaikat Kematianpun masuk sambil mengucapkan salam, “Assalamu ‘alaika yaa Rosullullah” Rosullullah menjawab, “Wa laika salam, hai malaikat kematian, engkau datang untuk berkunjung atau untuk mencabut nyawaku?” Kata malaikat Kematian, “Saya datang untuk berkunjung dan untuk mencabut nyawa, sekiranya Engkau mengijinkan. Kalau tidak maka saya akan kembali”.

Pertemuan Kyai Hamid Pasuruan Dengan Nabi Khidir as

Permalink to Pertemuan Kyai Hamid Pasuruan Dengan Nabi Khidir as
Pertemuan Kyai Hamid Pasuruan Dengan Nabi Khidir as, Hikmah dari peristiwa ini adalah, janganlah sampai kita dalam menilai seseorang hanya dari penampilan luar seseorang. Suatu ketika Mbah Kyai Hamid Pasuruan berkata bahwa Nabi Khidir akan datang di kediaman beliau besok pagi hingga waktu dzuhur. Pada saat itu kebetulan Mbah Yunus Tulungagung sedang berada disitu. Keesokan

Bertemu Langsung Dengan Nabi Khidir, Kisah Nyata

Permalink to Bertemu Langsung Dengan Nabi Khidir,  Kisah Nyata
Bertemu Langsung Dengan Nabi Khidir dialami oleh orang orang yang beliau kehendaki, Malam itu dengan berbagai hajat dan masalah hidup yang tengah dihadapi, wak dul seperti biasa menghibur diri sekaligus ngalap berkah dan ilmu dengan menghadiri pengajian rutin yang diasuh oleh almarhum KH. Hasyim Rofi’i. Hasyim Rofi’i tengah menjelaskan tentang Nabi Khidir, diceritakan bahwa tidak

Kisah Nabi Khidir Mencari Air Kehidupan, Bisa Hidup Abadi

Permalink to Kisah Nabi Khidir Mencari Air Kehidupan, Bisa Hidup Abadi
Kisah ini tentang Nabi Khidir Mencari Air Kehidupan. Nabi Khidir as  adalah Nabi yang ditunda kematiannya, karena Beliau telah minum air kehidupan. Raja Iskandar Zulkarnaen berniat mengadakan perjalanan untuk mengelilingi bumi dan Allah swt mewakilkan salah satu malaikatNya yang bernama Rofa’il untuk menyertainya dalam perjalanan panjang itu.  Karena ditemani oleh seorang malaikat, Raja Zulkarnaen banyak mengajukan pertanyaan seputar

Ilmu Laduni Nabi Khidir

Permalink to Ilmu Laduni Nabi Khidir
Nabi Khidir merupakan Hamba Allah yang sangat khusus, karena beliau adalah salah satu hamba Allah yang ditunda kematiannya dan masih diberi rejeki. Selain itu beliau diutus untuk  memberi pelajaran Makrifat kepada Para Wali, para Sufi, maupun kepada orang  yang dengan tekun mendekatkan diri kepada Allah. Nabi Khidir as mengajarkan ilmu tentang Makrifat, ada yang menyebutkan

Pesan Makrifat Nabi Khidir Kepada Nabi Musa

Permalink to Pesan Makrifat Nabi Khidir Kepada Nabi Musa
Pesan Makrifat Nabi Khidir ketika berpisah dengan Nabi Musa, dia (Musa) berkata, “Berilah aku wasiat”. Jawab Nabi Khidir : Wahai Musa, jadilah kamu orang yang berguna bagi orang lain, Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada