Artikel Popular

Tajalli, Melihat Tuhan Tampak secara Nyata

Permalink to Tajalli, Melihat Tuhan Tampak secara Nyata
Tajalli , Setiap melaksanakan ibadah khususnya pada waktu sholat, bila tidak disertai perasaan, “seperti sungguh-sungguh” melihat Allah swt, maka ibadah itu tidak tergolong dalam katagori ibadah yang ihsan (baik). Allah SWT. berfirman :“Sesungguhnya (Sholat) itu memang berat kecuali bagi mereka yang khusyu yaitu mereka yang yakin akan berjumpa dengan Tuhan mereka, dan sesungguhnya mereka akan

Pengalaman Spiritual Syekh Abdul Qodir Jailani

Permalink to Pengalaman Spiritual Syekh Abdul Qodir Jailani
Syekh Abdul Qodir Jailani mengungkapkan, “Saat Nabi Khidir As. Datang hendak mengujiku dengan ujian yang diberikan kepada para wali sebelumku, Allah membukakan rahasianya dan apa yang akan dikatakannya kepadaku. Aku berkata kepadanya, “Wahai Khidir, apabila engkau berkata kepadaku, “Engkau tidak akan sabar kepadaku”, aku akan berkata kepadamu, “Engkau tidak akan sabar kepadaku”. “Wahai Khidir, Engkau termasuk golongan Israel sedangkan aku termasuk golongan Muhammad, inilah aku dan engkau. Aku dan engkau seperti sebuah bola dan lapangan, yang ini Muhammad dan

Dzikir Kolbu menuju Dzikir Abadi

Permalink to Dzikir Kolbu menuju Dzikir Abadi
Dzikir kepada Allah swt, apabila dilanggengkan , niscaya mereka bertambah dekat kepada Allah dan Rasulullah-Nya, seperti sabda Rosullullah: “Orang yang paling utama bersamaku kelak pada hari kiamat adalah mereka yang palig banyak membaca shalawat untukku.“ Dan Rasulullah saw memperingatkan bilamana mereka tidak berdzikir dan bershalawat di dalam kehidupannya, bahkan melalaikan  sholawat dan berdzikir. Mereka akan

Dzikir Sirr, Ibnu Atha’illah Assakandari

Permalink to Dzikir Sirr, Ibnu Atha’illah Assakandari
Dzikir Sirr Menurut Syekh Ibnu Atha’illah (Buku tulisannya yang paling terkenal adalah Al Hikam) , sebagai tanda bahwa sebuah dzikir sampai pada sirr (nurani terdalam pada jiwa yang kelak menjadi tempat cahaya penyaksian) adalah saat pedzikir dan objek dzikirnya lenyap tersembunyi. Dzikir sirr terwujud ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya. Tandanya, apabila engkau

Asmaul Husna 21 – 40

Permalink to Asmaul Husna 21 – 40
 Asmaul Husna 21 – 40 : 21. AL QOOBIDHU Artinya : Dzat yang maha menggenggam rejeki, yaitu menggenggam di dalam menyempitkan hidup dengan mengurangi rejeki hamba-hambaNya yang dikehendaki. Keutamaan Asmaul Husna : a. Bisa mendekatkan diri kepada penciptanya (Allah) b. Bisa menjauhkan diri dari segala macam ancaman Cara mengamalkan  Asmaul Husna  : Barang siapa membaca “YAA QOOBIDHU”

Nama Islami Untuk Buah Hati, Lengkap Alif-Ya

Permalink to Nama Islami Untuk Buah Hati, Lengkap Alif-Ya
Nama Islami Untuk Buah Hati  Nama merupakan sesuatu yang sangat penting, ia dapat mewakili karakter yang bersangkutan. Begitu pentingnya sebuah nama sehingga kita harus memberikan  nama yang baik serta  Islami kepada buah hati kita, karena nama merupakan  sebuah do’a dan harapan besar kita kepada si buah hati. Misalnya, namanya Ridho, ketika kita memanggil namanya, pada

Syekh Ahmad Rifai Sang Wali Qutub

Permalink to Syekh Ahmad Rifai Sang Wali Qutub
Syekh Ahmad Rifai berasal dari kabilah Arab, yaitu Bani Rifa’ah dikawasan al-Bathaih, Syekh Ahmad Rifai meninggal dunia tahun 578 H di Batha’ih pula. Tariqot Rifa’iyyah tersebar luas ke berbagai kawasan Islam dan sampai sekarang tetap berkembang di Mesir maupun dunia Islam lainnya. Toriqot Rifaiyyah juga berkembang di wilayah Indonesia. Mengenai Syekh Ahmad Rifai , Ibnu Khallikan

Asmaul Husna 41 – 60

Permalink to Asmaul Husna 41 – 60
 Asmaul Husna 41 – 60: 41. AL HASIIBU Artinya : Dzat yang maha mencukupi, yaitu Dialah yang mencukupi segala kebutuhan makhlukNya dan memeprhitungkannya. Keutamaannya : a. Bisa menjauhkan dari segala macam gangguan orang b. Bisa memperkokoh kedudukan Cara mengamalkannya : Barang siapa membaca “YAA HASIIBU” sebanyak 800 kali sebagai amalan yang rutin setiap pagi dan

Puisi Puisi Sufi

Permalink to Puisi Puisi Sufi
Kumpulan Puisi Sufi  Abu al-Mughits al-Husain bin Manshur bin Muhammad al Baidhawi Al-Hallaj Fana’ dan Hulul Duh, penganugerah bagi si pemegang karunia, Terhadap diri-Mu dan diriku begitu aku terpada, Kau buat begitu dekat diriku dengan-Mu, sehingga, Kau adalah aku, begitu kukira, Kini dalam wujud diriku menjadi sirna, Dengan-Mu aku Kau buat menjadi fana Aku yang kucinta,

Sunan Kalijogo, Dzikir dan Suluk

Permalink to Sunan Kalijogo, Dzikir dan Suluk
Sunan Kalijogo adalah pemimpin para Wali di tanah Jawa. Sunan Kalijogo sangat melegenda di Masyarakat Jawa. Dalam mendekatan diri kepada Allah swt, Sunan Kalijogo menggunakan dzikir sebagai sarananya. Berbagai macam bacaan dzikir beliau ajarkan kepada muridnya , begitupun cara berdzikirnya, mulai dzikir lisan, dzikir nafas , dzikir kolbu, dzikir ruh, dzikir perbuatan dll. Beliau mengajarkan