al-Qusyairi, Jika Seorang Sufi Mengalami Fana

al-Qusyairi, mengarang banyak sekali kitab, Beliau dijuluki sebagai Pengarang Seribu Kitab. Sejak Kecil al-Qusyairi diberi pelajaran oleh nabi Khidir AS. AlQusyairi wafat pada tahun 465 H,ijriyyah  Karya al-Qusyairi yang sangat Fenomenal adalah Risalah Qusyairiyyah. Dalam Kitabnya tersebut alQusyairi berpendapat tentang Fana’ , “Barangsiapa menyaksikan terjadinya kemampuan diluar berbagai kondisi hukum maka dikatakan bahwa dia fana’ dari apapun yang terjadi pada makhluk.”

al-Qusyairi Tentang Fana

Al-Qusyairi ber kata: “Jika seorang sufi fana’ dari angan-angan terhadap hal-hal yang menimbulkan rangsangan, ia kekal dalam sifat-sifat Yang Maha Benar. Dan barang siapa didominasi oleh daya hakekat. Sehingga dia tidak lagi melihat hal-hal yang menimbulkan rangsangan, baik dalam bentuk benda, dampaknya, gambarnya, atau bayang-bayang. Dikatakan bahwa dia fana dari makhluk dan kekal dalam Yang Maha Benar.” (al Qusyairi)

al-QusyairiTentang hilangnya perasaan dan kesadaran, ketika seorang sufi tidak lagi  merasakan yang terjadi pada organ tubuhnya tidak pula dirinya dan alam luasnya. al Qusyairi ber kata: “Jika dikatakan bahwa ia fana dari dirinya, dan dia tanpa perasaan maupun kabar. Jadi dirinya masih tetap ada, begitupun halnya makhlukmakhluk yang masih ada, tapi lupa terhadap dirinya dan semua makhluk, dan dia tidak merasakan dirinya dan semua makhluk.”

al-Qusyairi, berucap, “Terkadang Anda melihat seseorang datang menemui seorang penguasa atau seorang yang berpengaruh. Dia terkadang lupa terhadap dirinya  dan orang-orang yang disekitarnya karena perasaan bergolak yang dialaminya. Sehingga malah lupa terhadap orang yang berpengaruh itu. Sehingga kalau ditanya. Setelah dia keluar dari pertemuan itu dan gejolak dalam dadanya telah mereda  dan dirinya telah tenang. Dia tidak bisa bercerita tentang yang dialaminya.

Baca:  Abu Yazid al-Busthami Dimaki-maki Anjing

Menurut alQusyairi, untuk mencapai Fana’ seorang sufi harus melalui berbagai tahap:

  • Pertama, kefanaanya dari dirinya sendiri, dan sifat-sifatnya dan kekekalannya dalam sifat-sifat  Yang Maha Benar
  • kedua, kefanaannya dari sifat-sifat Yang Maha Benar karena melihat Yang Maha Benar.
  • ketiga, kefanaannya dari penyaksian terhadap kefanaannya sendiri dalam mempergunakannya terhadap wujud Yang Maha Benar.

Sumber: walijo.com

Tags: #al-Qusyairi #Fana #Fana’ dan Hulul #makrifat #wali

Dzikir Sirr, Ibnu Atha’illah Assakandari
Dzikir Sirr Menurut Syekh Ibnu Atha’illah (Buku tulisannya yang paling terkenal adalah Al
Ibnu Qayyim, Kajian Tasawuf Penyebab Kerasnya Hati
Ibnu Qayyim, Kajian Tasawuf Penyebab Kerasnya Hati, Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya
Kata Kata Mutiara Sufi
Kata Kata Mutiara Sufi : Abu Yazid Al-Busthami, Al-Junaid, Imam Syafi’i, Lukman Hakim, Imam Ghozali, Abu Ayub as-Sakhtayani, Fudlail bin
Syaikh Abdul Qadir Al Jilani Menaklukkan Iblis
Syaikh Abdul Qadir Al Jilani dan Menaklukkan Iblis Telah di ceritakan di dalam sebuah
  1. author

    jokowahyudi6 tahun ago

    Ddlam kefanaan pd para Wali ungkapanya menimbulkan kontroversi bagi kaum awam.seperti ungkapan abu yazid al busthami ktka mengucapkan SUBHANI SUBHANI. Dan msh bnyak lg

    Balas

Tinggalkan pesan "al-Qusyairi, Jika Seorang Sufi Mengalami Fana"