al Ghazali, Ketersingkapan Batin seorang Sufi

Menurut  al Ghazali para sufilah pencari kebenaran yang paling hakiki, jalan sufi adalah paduan ilmu dengan amal, sebagai buahnya adalah moralitas. Keistimewaan para sufi tidak mungkin tercapai  hanya dengan belajar, harus dengan ketersingkapan batin, keadaan rohaniah, serta penggantian tabiat-tabiat. al Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah. Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. Ia berjaya menguasai pelbagai bidang ilmu pengetahuan

Lebih jelasnya menurut al Ghazali, Tasawuf adalah semacam pengalaman maupun penderitaan yang riil. al Ghazali menyatakan, para sufi adalah  ” orang-orang yang yang lebih mengutamakan keadaan rohani daripada ucapannya.”

Imam al Ghazali,al Ghazali,Imam ghozalial Ghazali menguraikan seluruh pengalaman rohaniahnya dalam karyanya al-Munqidz min al-Dhalal . sedangkan Ihya’ ‘Ulumudin menguraikan tentang  jalan Tasawuf.

al Ghazali berpendapat bahwa  jalan para sufi dimaksudkan sebagai “penyucian diri Anda, pembersihannya serta pencerahannya, lalu persiapan dan penantian (makrifat)”

Latihan Rohaniah al Ghazali

Beliau mendeskripsikan latihan rohaniah, yang sesuai dengan tabiat terpuji, sebagai kesehatan kalbu, dan ini lebih beliau prioritaskan daripada kesehatan jasmani. Sebab penyakit anggota tubuh luar hanya membuat hilangnya kehidupan di dunia ini saja. Sementara penyakit kalbu akan membuat hilangnya kehidupan yang abadi. Kesehatan kalbu “harus dipelajari semua orang yang mempunyai akal budi”.

“Begitulah halnya seorang murid membutuhkan  seorang guru/syeikh yang membimbing pada jalan yang lurus.  Sebab jalan begitu samar-samar dan jalan syetan begitu beraneka. Barang siapa tidak  mempunyai sang penunjuk yang menjadi panutan. Dia dibimbing syaitan ke arah jalannya.”

Dan “hendaklah dia berpegang teguh kepada Gurunya bagaikan pegangan seorang buta dipinggir sungai, di mana dia sepenuhnya menyerahkan dirinya kepada sang pembimbing, serta tidak berselisih pendapat dengannya“.

Baca:  Berkumpulnya 40 Wali Allah Pada Hari Arofah

Menurut al Ghazali, seorang yang menempuh jalan sufi, harus konsisten menjalani hidup menyendiri, diam, menahan lapar, dan tidak tidur di malam hari . Dimaksudkan untuk membina kalbu dari pelbagai pesona duniawi yang menghambat jalan para sufi.

Sumber: walijo.com

Tags: #al-Ghozali #imam ghazali #wali

Kata Kata Mutiara Sufi
Kata Kata Mutiara Sufi : Abu Yazid Al-Busthami, Al-Junaid, Imam Syafi’i, Lukman Hakim, Imam Ghozali, Abu Ayub as-Sakhtayani, Fudlail bin
Syaikh Abdul Qadir Al Jilani Menaklukkan Iblis
Syaikh Abdul Qadir Al Jilani dan Menaklukkan Iblis Telah di ceritakan di dalam sebuah
Ibrahim Ibnu Adham, Putra Raja Yang Menjadi Sufi
Ibrahim Ibnu Adham , Adalah zuhud angkatan awal. Ibrahim Ibnu Adham putra raja dari
Harits bin Asad Muhasibi, Amal-amal Kolbu
al Harits bin Asad al-Muhasibi, berasal dari Bashra yang meninggal di Baghdad tahun
  1. author

    sadili7 tahun ago

    mohon di beri tahu cara cara mengikuti torikoh

    Balas
  2. author

    http://facebook.com/hermawan.ppspd7 tahun ago

    Asslallamu’alaikum kpd para pencari kebenaran sejati.
    sekedar masukan bagi awam yg ingin belajar tasawuf/menempuh jalan sufi hendaknya kuatkan syariatnya terlebih dahulu baru ke tinggkat tarikat,sebab dikhawatirkan kalau langngsung percaya dan ikut latihan tidak pernah tahu tarikat tersebut penuh dgn bid’ah/ menyimpang dari Alqur’an dan Sunah Rasulullah SAW.

    Balas
  3. author

    http://facebook.com/hermawan.ppspd7 tahun ago

    Assalaallamu’alaikum kpd para pencari kebenaran sejati.
    sekedar masukan bagi awam yg ingin belajar tasawuf/menempuh jalan sufi hendaknya kuatkan syariatnya terlebih dahulu baru ke tinggkat tarikat,sebab dikhawatirkan kalau langngsung percaya dan ikut latihan tidak pernah tahu tarikat tersebut penuh dgn bid’ah/ menyimpang dari Alqur’an dan Sunah Rasulullah SAW.

    Balas
  4. author

    am6972997 tahun ago

    Assalaamualaikum
    Saudaraku Sadili,..islam itu bukan hanya syariat. Tapi Syareat, Tarekat, Hakekat dan Makrifat..Semua saling melengkapi. Tidak bisa di pisahkan. Dalam 1 amal, terkandung makna syareat, tarekat, hakekat dan makrifat. Saat kita di syareat, di saat yang sama kita di tuntut dalam tarekat, hakekat dan makrifat. syariat tanpa hakekat adalah dusta. dan hakekat tanpa syareat adalah batal.
    Untuk bisa ke tahap hakekat, mestinya kita harus bertarekat. carilah Mursyid yang kamil mukammil. Sempurna dan menyempurnakan…Segeralah berbaiat kepada seorang mursyid. Insyaallah kita akan di bimbing menuju Allah.
    Di Ploso Jombang ada mursyid Kamil mukammil. K.H. Muhammad Mukhtar Mukti. P.P. Majmaal Bahroin. Tarekatnya dulu bernama Kholwatiyah. Sekarang di kembalikan ke Nama Aslinya..Yaitu Tarekat Shiddiyyah…Dinisbatkan pada Shohabat Abu Bakar Ah-shiddiq. Karena Tarekat ini di ajarkan pertama pada Beliau. Oleh Nabiyullah Muhammada Saw. Atau Anda bisa kontak ke: ahmad chozinudin hp:085865156437.
    Terima kasih. Semoga Anda termasuk golongan orang yang mendapat petunjuk. Amin.
    Wassalaamualikum

    Regards

    Agus Makmun

    Balas
  5. :: Pondok Pesantren Al-Mubtadi-in :: - Nama nama tokoh sufi6 tahun ago

    […] 4 Comments […]

    Balas

Tinggalkan pesan "al Ghazali, Ketersingkapan Batin seorang Sufi"