Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir

Permalink to Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir
Wali Paidi 12, Dinasehati Nabi Khidir. Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya. Wali Paidi berjalan perlahan mendekati orang gila tersebut, dan kira-kira setelah jarak Wali Paidi dan orang gila itu berjarak 10 meteran orang gila tersebut berkata dengan masih makan dan minum. “ Gak usah heran Di,

Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi

Permalink to Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi
Wali Paidi 11, Ditemui Nabi Khidir Lagi. Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan Wali Paidi, tanpa di komando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari Wali Paidi dan Gohell. Mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu

Wali Paidi 13, Mengenang Gus Dur

Permalink to Wali Paidi 13, Mengenang Gus Dur
Wali Paidi 13 MENGENANG GUS DUR DALAM RANGKA HAUL KE II BELIAU. Sehabis tahlil bersama dalam rangka memperingati Haul Gus Dur ke II , wali paidi bersama warga berkumpul bareng ngopi bersama –sama. Mereka saling berkelompok tiga sampai empat orang membicarakan dan mengenang Gus Dur , dan diselingi adu argument mengenai apa rahasia dibalik sepak terjang

Wali Paidi 10, Garam Suwuk

Permalink to Wali Paidi 10, Garam Suwuk
Sehabis dari acara peresmian toko Mas Kiai Mursyid, Wali Paidi pamit pulang, sebenarnya uang Wali Paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu Mas Kiai Mursyid yang bersarung dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yang begitu menghebohkan. Mas Kiai Mursyid yang tahu kalau Wali Paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika

Wali Paidi 8, Bertemu Nabi Khidir

Permalink to Wali Paidi 8, Bertemu Nabi Khidir
Wali Paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan. Lupa akan makan dan minum, Wali Paidi pingin menghindari orang orang yg mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yang memanggilnya Gus, memanggilnya kiai bahkan ada yg terang-terangan menggangilnya sang Wali. Kehidupan Wali Paidi sekarang tampak ramai, ada saja orang yg

Wali Paidi 7, Mendengar Dengan Telinga Allah

Permalink to Wali Paidi 7, Mendengar Dengan Telinga Allah
Wali Paidi 7, Mendengar Dengan Telinga Allah, Setelah beberapa hari bersama Wali Paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya..  Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yang juga mondok disitu dengan berkata : “ kang..sampeyan udah ditunggu Mas Yai di depan mushollah pondok…” “

Wali Paidi 6, Dikira Masjidil Haram Ternyata …

Permalink to Wali Paidi 6,  Dikira Masjidil Haram Ternyata …
Wali Paidi 6, Dikira Masjidil Haram Ternyata … Pemuda santri thoriqot ini hanya diam , tidak berani berkata banyak didepan Wali Paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara Wali Paidi yg menghisap rokoknya. “Monggo kopine kang, dan ini rokoknya “Wali Paidi menawarkan kopi dan rokok dji sam soenya. “Iya terima kasih…” setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan

Wali Paidi 5, Bertemu Orang Sholat Di Atas Daun

Permalink to Wali Paidi 5, Bertemu Orang Sholat Di Atas Daun
Wali Paidi 5, Bertemu Orang Sholat Di Atas Daun, Sesampainya di rumah sehabis dari Gunung Arjuna, Wali Paidi menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya, tiap pagi Wali Paidi pergi ke pasar berjualan minyak wangi, orang orang di pasar dan di rumahnya biasa memangilnya kang Paidi tukang minyak, sekitar jam 1 siang Wali Paidi ini menutup tokonya dan

Wali Paidi 4, MengIslamkan Raja Jin

Permalink to Wali Paidi 4, MengIslamkan Raja Jin
Wali Paidi 4, MengIslamkan Raja Jin. Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban Raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dengan erat bersiap kalau2 ada hal2 yg tidak di inginkan.. ..keringat yg berbau kemenyan keluar dr pori2 para prajurit raja jin yakni Raja Ismoyo, suasana tegang masih sangat terasa, saking tegangnya ada perajurit yg terkencing2

Dzikir Sirr, Ibnu Atha’illah Assakandari

Permalink to Dzikir Sirr, Ibnu Atha’illah Assakandari
Dzikir Sirr Menurut Syekh Ibnu Atha’illah (Buku tulisannya yang paling terkenal adalah Al Hikam) , sebagai tanda bahwa sebuah dzikir sampai pada sirr (nurani terdalam pada jiwa yang kelak menjadi tempat cahaya penyaksian) adalah saat pedzikir dan objek dzikirnya lenyap tersembunyi. Dzikir sirr terwujud ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya. Tandanya, apabila engkau